Custom Search
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Keluarga Sebagai Jembatan Untuk Mencapai Ridho Allah SWT

Membentuk keluarga yang sakinah merupakan suatu hal yang bisa dibilang gampang-gampang susah. menurut Abdullah Gymnastiar atau yang kerap disapa AA Gym ini, dalam bukunya yang berjudul Menuju Keluarga Sakinah, terbitan MQS Pustaka Grafika mengatakan bahwa penyebab dari runtuhnya suatu bangsa dapat diawali dari hancurnya tatanan rumah tangga. Bila hubungan dalam keluarga telah retak dan hancur, maka hal ini dapat menimbulkan dampak yang negatif bagi anak-anak.

Untuk itu untuk membentuk keluarga yang sakinah sebaiknya kita lakukan dari awal yaitu mulai dari proses pernikahan. Mereka yang akan berrumah tangga harus mengetahui terlebih dahulu hak dan kewajiban mereka dalam membina suatu keluarga agar selalu diberkahi oleh Allah SWT. Dalam buku ini AA Gym menerangkan apa yang menjadi peran dari suami dan istri. Peran suami antara lain adalah sebagai pemimpin keluarga, pelindung keluarga, mencari dan memberi nafkah yang halal untuk keluarganya, mendidik keluarganya sesuai dengan ajaran yang diperintahkan oleh allah SWT, Dsb. Sedangkan untuk peran istri adalah menjadikan rumah sebagai surga bagi keluarga, mendidik, menjaga dan merawat anak-anaknya , siap untuk melahirkan, dsb.

Buku yang berjudul Menuju Keluarga Sakinah ini mempunyai ukuran yang cukup kecil, karena itu dapat kita bawa kemanapun kita pergi sebagai buku bacaan, harga dari buku ini pun relatif sangat murah, yaitu hanya Rp.1000,-. Buku ini penuh dengan manfaat dan dapat menambah wawasan bagi kita.


+ : sangat bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan
saran : terbitkan lagi dengan tema yang berbeda.
Selengkapnya...

Refleksi Kreativitas Diri Dalam Usaha Rekonstruksi Kemampuan

Pola pendidikan yang membuat seseorang terperangkap dalam sebuah dogma ketidak mampuan. Salah satunya adalah pola pendidikan dalam keluarga yang melarang anaknya untuk melakukan sesuatu diluar kelaziman yang dalam hal ini bersifat positif, keluarga sebagai pembentuk karakter seorang anak terlalu melindungi anaknya dari suatu pengaruh negatif yang datang dari lingkungan sekitar, yang pada akhirnya hal tersebut akan berakibat terhambat proses aktualisasi kemampuabn yang dimiliknya, pembudayaan pola mendidikan anak tersebut secara turun temurun terus diterapkan. Seharusnya orang tua mampu beradapatasi dengan anaknya, karena dalam meniti kehidupannya seorang anak akan selalu berkembang, dalam hal ini orang tua harus mampu menempatkan peran dan fungsi sebagai pengarah dan pengontrol dari perkembangan karakter anaknya, bukan malah sebaliknya memproteksi anak dengan sedemikian rupa.

Faktor lain yang mendukung terbentuknya karakter seorang anak yang kurang mampu mengekplorasi potensi dalam dirinya adalah anak tersebut merasa dirinya tidak mampu bersaing dengan sesamanya dan juga dalam bidang yang diminatinya, sehingga timbullah sifat “minder” dan selalu menjadikan dirinya sebagai golongan komunitas tingkat 3 yang tidak mampu melakukan apa-apa

Dan pada akhirnya akan membentuk karakter seoarng anak Yang identik dengan pola berfikir pasif, dan identik dengan sifat tidak mempunyai sebuah pendirian, lingkungan dalam hal ini pun menjadi peran yang besar juga dalam menghabat kretaifitas seseorang, kadang-kadang lingkungan dalam komunitas tidak memberikan kesempatan baginya untuk menunjukakan eksistensinya dalam komiunitas tersebut, ia akan selalu tergusur olehj ego-ego individu dalam komunitas tersebut

Ketidakmampuan untuk melakukan manuver-manuver dalam bertindak tersebut dapat juga dipengaruhi oleh faktor karena terlalu memperhitungkan resiko-resiko yang akan dihadapi. Pengaruh tersebut akhirnya menjadi doktrin yang mencegah dirinya untuk mencoba mengekspresikan diri

Saran yang dapat diberikan adalah coba dobrak tradisi konvensional yang selama ini telah mengakar dalam kehidupan kita, mulai dari keluarga hingga pada pola interaksi dalam sebuah komunitas sosial. Karena itu dibutuhkannya suatu pendorong yang mampu membangkitan dirinya sendiri dan lingjkungan masyarakat dalam komunitas sosialnya. Dan selalu yakin bahwa kita mempunyai kemampuan, sifat dan karakter untuk mampu bersaing dengan yang lain, kita mampu berkompetisi dalam berbagai hal, karena tidak ada manusia yang sempurna dalam hidup ini.

By: herbowo sampurno
Selengkapnya...