Praktek perjudian kini telah merasuk ke seluruh kalangan masyarakat, dari yang kalangan atas hingga yang bawah.judi pun ada berbagai macam, ada yang berupa judi dengan kartu, adu ayam, hingga togel .mungkin semua itu judi untuk kalangan bawah sedangkan untuk kalangan atas mungkin lebih parah lagi.yang menjadi pertanyaan adalah kenapa orang-orang yang berjudi tersebut hanya ingin menikmati hasil tanpa mau berusaha. Padahal dengan berjudi belum tentu kita akan mendapatkan hasil karena semua tergantung dengan keberuntungan dan juga kita tidak akan menjadi kaya dengan uang haram tersebut.
Tukang becak yang merupakan pekerjaan yang cukup berat menurut saya pun melakukan praktek perjudian.uang dari hasil mereka mengayuh becak hanya digunakan untuk berjudi padahal ada hal lain yang lebih penting yang bisa digunakan dari uang mereka .saya melihat kejadiaan ini secara langsung dan ini merupakan hal yang sangat ironis sekali. sambil menunggu datangnya penumpang, waktu luang mereka digunakan untuk berjudi dengan menggunakan kartu domino. beberapa tukang becak tersebut berkumpul lalu mulailah praktek perjudian tersebut terjadi . uang seribuan hasil kerja keringat mereka diletakkan ditengah sebagai uang taruhan dan mereka pun siap menerima kartu yang akan dibagikan dengan berharap keberuntungan ada dipihak mereka.Perjudian kini menjadi konsumsi setiap hari bagi mereka dan sekeras apa mereka berkerja untuk untuk menghasilkan uang akan menjadi hal sia-sia dengan berjudi.
pertamakali di publikasikan di www.pintunet.com
Selengkapnya...
Tampilkan postingan dengan label orang miskin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orang miskin. Tampilkan semua postingan
Banting tulang hanya untuk judi
Label: haram, ironis, judi, kaya, keberuntungan, orang miskin, Tukang becak, uang
Diposting oleh Kang Boim di Minggu, Agustus 17, 2008 59 komentar
Digusur...digusur...
Zaman sekarang memang sudah seperti zaman purba….budaya hidup nomaden kini jadi trend terkini..khususnya di ibukota negara ini ”jakarta” atau tempat-tempat komersil seperti pasar....bedanya kalau zaman purba dulu, manusia berpindah-pindah tempat karena untuk bertahan hidup guna mencari lahan makanan yang baru dan itu atas inisiatif mereka sendiri...tapi kalau trend ”hidup nomaden” saat ini, mereka dipaksa pindah oleh orang-orang yang katanya memiliki otoritas buat ngusir mereka dari tempat dimana ia bisa mencari makan dengan dalih bermacam-macam, mulai dari daerah terlarang, zona hijau, lahan sengketa, atas dasar perintah yang punya kuasa di daerah itu....bla..bla...bla....dll. jadi disini kita dapat melihat perubahan makna yang terjadi antara istilah nomaden zaman purba dengan nomaden zaman sekarang....atau dengan istilah yang lebih keren lagi ”DIGUSUR”.
Selengkapnya...
Label: di gusur, orang miskin, pasar, pemerintah, PKL, seri karya bergambar, seri ngobrolin opini
Diposting oleh Kang Boim di Sabtu, Mei 31, 2008 29 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
