Membuat komik tidak semudah seperti yang kita bayangkan, perlu alur gambar dan cerita yang dapat menghubungkan antara bagian satu dengan bagian yang lainnya. Dalam buku yang berjudul 14 jurus membuat komik karya Toni Masdiono, yang diterbitkan oleh Creativ Media Jakarta ini berisi teknik-teknik praktis dalam membuat sebuah komik yang disajikan dengan bahasa gambar dan tulisan.
14 jurus dasar membuat komik ini sangat perlu diperhatikan untuk para pemula dalam membuat sebuah komik yang baik dan berkualitas. Sebelum membuat komik mereka harus mengenal anatomi dari komik itu terlebih dahulu dan berbagai peralatan dasar yang harus disiapkan. 14 jurus dasar membuat komik tersebut berisi tentang : teknik menggambar proporsi manusia, eksyen, karakter dan emosi setiap tokoh, ekspresi wajah, teknik menggambar perspektif, teknik bayangan, membuat balon kata dan frame, gaya gambar, tata gambar, membuat skenario dan sketsa komik. Hal-hal yang disebutkan diatas dapat kita pelajari dengan praktis dalam buku ini.
Komik merupakan cerita bergambar yang dituangkan dalam goresan-goresan tinta dan setiap goresannya mewakili ide dari sang penggambar dalam mengekspresikan karyanya. Oleh karena itu untuk mencapai hasil yang maksimal kita harus tekun berlatih dan berkarya dalam mengembangkan kemampuan dan bakat kita. Buku 14 jurus membuat komik dibuat dengan cover yang menarik dan kualitas kertas yang bagus serta penggunaan bahasa yang mudah untuk dipahami. Buku ini sangat bermanfaat, terutama bagi anda yang gemar membuat komik .
pertama kali di publikasikan di www.pintunet.com
Selengkapnya...
Teknik Membuat Komik Yang Berkualitas
Label: bakat, balon kata, bayangan, cerita, ekspresi, emosi, frame, karakter, karya, komik, Manusia, menggambar, perspektif, proporsi, skenario, sketsa, teknik, tokoh, wajah
Diposting oleh Kang Boim di Selasa, Agustus 26, 2008 55 komentar
Sosiologi Kebudayaan
Kebudayaan merupakan semua hasil dari karya, rasa dan cita-cita masyarakat. masalah budaya menjadi sangat penting untuk dikaji lebih mendalam karena kebudayaan dan masyarakat manusia merupakan dwitunggal yang tidak terpisahkan. Istilah kebudayaan berasal dari kata sansekerta Buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata Buddhi yang berarti budi atau akal. Culture berasal dari kata latin colere yang berarti mengolah dan mengerjakan (Soerjono Soekanto, 1987, ”Sosiologi Suatu Pengantar”, Rajawali Pers, Jakarta).
Kebudayaan merupakan pengetahuan manusia yang diyakini akan kebenarannya oleh yang bersangkutan dan yang diselimuti serta menyelimuti perasaan-perasaan dan emosi-emosi manusia serta menjadi sumber bagi sistem penilaian sesuatu yang baik dan yang buruk, sesuatu yang berharga atau tidak, sesuatu yang bersih atau kotor, dan sebagainya. Hal ini bisa terjadi karena kebudayaan itu diselimuti oleh nilai-nilai moral, yang sumber dari nilai-nilai moral tersebut adalah pada pandangan hidup dan pada etos atau sistem etika yang dipunyai oleh setiap manusia (Geertz, 1973b), (www.google.com).
Menurut Andreas Eppink, culture atau kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Budaya merupakan semua aspek ungkapan ekspresif insan manusia yang diwujudkan pada alam sekitarnya. Hal ini bisa secara fisik maupun mental. Kata budaya bisa berarti: 1) pikiran, akal budi, konsep, 2) adat istiadat, 3) segala sesuatu ungkapan manusia, 4) sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah dan 5) seni, kultur, pakaian (www.wikipedia.com).
Banyak pendapat para sarjana tentang unsur-unsur kebudayaan, yang oleh C. Kluckhohn dianalisa dengan menunjuk pada inti pendapat-pendapat sarjana, tersebut, yang menyimpulkan adanya unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural-universals, yaitu:.
a) Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
b) Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
c) Sistem kemasyarakatan
d) Bahasa
e) Kesenian
f) Sistem pengetahuan
g) Religi
(Widyosiswoyo, S, 1996, ”Ilmu Budaya Dasar”, Ghalia Indonesia, Jakarta)
Kebudayaan berguna bagi manusia, yaitu untuk melindungi diri dari alam, mengatur hubungan-hubungan antar manusia dan sebagai wadah daripada segenap perasaan manusia. Tak ada kebudayaan yang statis; setiap kebudayaan mempunyai dinamika. Gerak tersebut merupakan akibat dari gerak masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan. Selain itu terdapat pula terjadinya akulturasi budaya. Akulturasi merupakan proses dimana suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan yang tertentu, dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri (Soerjono Soekanto, 1987, ”Sosiologi Suatu Pengantar”, Rajawali Pers, Jakarta)
Label: budaya, kebudayaan, Manusia, masyarakat, seri ngobrolin opini, sosiologi
Diposting oleh Kang Boim di Kamis, Juni 05, 2008 4 komentar
Manusia autentik
Manusia autentik
-------------------------------
Bisikan hati dan naluri menjadi Satu
terbaur dalam kelam jiwa yang semakin merintih
aku hanya seorang manusia
yang menginginkan sebuah kedamaian jiwa
sempurna tak berarti tak bercela
kebenaran bukanlah suatu harapan
semua adalah semu
kian ku pahami siapa diriku
semakin jauh ku terbenam kedasar pikiranku
yang slalu terawang-awang menjadi suatu yang sempurna
dimatamu, di kehidupanku kelak
namun sejauh kumelangkah
hanya perih yang kurasa
mencoba tertawa dalam kerasnya hidup
mencoba tegar dalam setiap cobaan
aku hanya menjadi seorang munafik
yang tak kan pernah tau siapa diriku sebenarnya
kadang ku merasa sedingin embun pagi
namun terkadang menjadi sepanas api
aku seakan terus berevolusi
berubah dan tak pernah berhenti
apakah aku mampu menjadi seorang yang sempurna dimatamu
atau hanya menjadi segelintir pencundang kehidupan
salahkah aku bila ku ingin menjadi seorang manusia
manusia autentik
kos’an Qiwil,
penghujung tahun 2005 bowox
Label: autentik, karya, Manusia, puisi, seri ngobrolin karya sastra
Diposting oleh Kang Boim di Kamis, Mei 01, 2008 0 komentar
Hampa sadar
-----------------
Merasa menjadi yang terbawah,
memang selalu saja menyakitkan
Ternyata ku tak setegar apa yang orang bayangkan
Kuhanya seorang manusia yang rapuh
dengan segala keterbatasan yang kumiliki. Namun
kenapa jiwa ini tak pernah berhenti
tuk membuktikan siapakah diriku sebenarnya,
semakin ku berusaha, hanya letih yang kuraih
Apakah ini yang namanya takdir,
atau hanya waktu yang belum berpihak kepadaku
Saat ini hanya alunan lagu
yang dapat mengisi kegelisahan jiwa ini
Apa yang telah kulakukan ???
Apakah aku salah ???
Biarlah semua yang tlah berlalu,
biar semua menjadi catatan sejarah dalam hidupku.
By herbowo sampurno
Label: hampa sadar, hidup sehat, Manusia, sejarah, seri ngobrolin karya sastra, takdir, tegar
Diposting oleh Kang Boim di Rabu, Maret 26, 2008 0 komentar