Custom Search
Tampilkan postingan dengan label perjuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjuangan. Tampilkan semua postingan

Akhir dari legenda samurai

kemarin iseng-iseng ngacak-ngacak koleksi film di rumah.....dan nemu film ni lg "last samurai" yang dibintangi oleh teman dekat kang boim yaitu tom cruise, gara-gara film itu kang boim jd inget pernah nge riview ni film....sebelum di post riview nya sudah pasti film "last samurai" ni di tonton lagi sampai habis, ditemani secangkir kopi panas

The Last Samurai merupakan salah satu film kolosal terbaik yang pernah saya saksikan, dengan latar pengambilan gambar budaya Jepang sebagai settingnya, film ini benar-benar dapat memukau para penontonnya. Film The Last Samurai ini menceritakan tentang perjuangan dan kegigihan para Samurai dalam mempertahankan tradisi dan budaya mereka sebagai seorang Samurai, dimana saat itu Jepang dibawah pimpinan Kekaisaran Meiji abad ke 19 sedang menggalakkan modernisasi angkatan bersenjatanya. Film The Last Samurai ini disutradarai oleh Edward Zwick dengan tokoh utama Tom Cruise yang berperan sebagai Kapten Nathan Algren yang kelak akhirnya akan menjadi seorang Samurai.

Film ini berawal dari abad ke 19, dimana saat itu kekaisaran Jepang sedang mengadakan perjanjian dagang dengan pihak barat untuk memperkuat persenjataan pasukan kekaisaran Jepang dengan senjata-senjata yang modern seperti senapan dan meriam. Disini Tom Cruise sebagai Kapten Nathan Algren bertugas untuk melatih pasukan kekaisaran Jepang dengan bayaran yang cukup tinggi.

Suatu saat Kapten Nathan Algren ditugaskan untuk memimpin pasukan kekaisaran Jepang dalam usaha menumpas dan membasmi para pemberontak atau dengan kata lain para Samurai tersebut namun pada pertempuran ini pasukan kekaisaran Jepang kalah dan Kapten Nathan Algren pun ditawan oleh pihak Samurai. Sebenarnya akhir riwayat dari Algren ini sudah dekat, namun Ken Watanabe yang berperan sebagai Katsumoto, yang merupakan pemimpin dari para Samurai tersebut jatuh hati pada keberanian Algren dalam mempertahankan hidupnya walaupun ia tinggal seorang diri.

Didalam masa tawanan tersebut Algren banyak mempelajari tradisi dan kebudayaan hidup dari para Samurai atau mungkin lebih tepatnya gaya hidup masyrakat Jepang pada saat itu. Selain itu ia pun mempelajari teknik-teknik bertarung para Samurai dengan menggunakan pedang. Disinilah perpaduan antara budaya barat dan timur digambarkan secara menarik, sehingga menghasilkan suatu kisah cerita yang berbeda dan menarik untuk diikuti. Karena merasa kecewa dengan sikap dan tindakan bangsanya serta pada Kekaisaran Meiji, akhirnya Algren memutuskan untuk kembali ke perkampungan para Samurai dan ikut berjuang melawan pasukan Kekaisaran Jepang sebagai seorang Samurai sejati.

Film ini juga diwaranai dengan adegan romantis antara Algren dan Taka, seorang janda Samurai yang mempunyai paras yang cukup cantik. Adegan yang agak kurang menyenangkan bagi saya dari film ini yaitu mengapa pada akhir cerita kekuatan senjata modern lebih tonjolkan kehebatannya sehingga apa yang menjadi tema dari film ini yaitu samurai seakan hilang diakhir cerita. Dan peran yang menimbulkan masalah pada film ini menurut saya adalah peran dari Kaisar Jepang, karena ketidaktegasannya inilah konflik pada film ini dapat terjadi.

pertamakali di publikasikan di www.pintunet.com
Selengkapnya...

Sandiwara jalanan

NB: di persembahkan untuk perjuangan para mahasiswa dalam mencari sebuah kata keadilan

Mukadimah
Hidup penuh makna dan arti…..tapi apa artinya hidup apabila kita tak pernah menghargai hidup itu sendiri. Mereka yang ada disekelilingku, kini sedang menangis meratapi hidup. Menangis karena sebuah kata keserakahan. Keserakahan manusia tak berotak....tiba-tiba seorang anak kecil yang ditemani derai air matanya menghampiriku dan bertanya? Kenapa aku harus dilahirkan di dunia ini, dunia yang penuh kemunafikan....Jerit tangisnya yang seakan siap meledakkan hati kecilku.....hati yang penuh kehampaan


Banyak dintara saudara-saudara kita yang masih mengalami kesusahan, penderitaan dalam hidupnya, namun apa yang dapat kita dilakukan, melihat, mendengar atau hanya ikut merasakan. Mereka tidak pernah memerlukan hal tersebut, yang mereka butuhkan adalah uluran tangan kita, karena kita adalah bagian dari mereka, dan mereka adalah saudara kita. Saat ini banyak sebagian dari kita telah dibutakan oleh kemilau dunia, harta, kehormatan dan pangkat. Tapi apakah mereka sadar bahwa itu hanya sebuah ilusi sesaat yang akan hilang dan sirna dikala kita lupa terhadap penderitaan saudara-saudara kita??

Kau mahasiswa, walau terbelenggu oleh banyak aturan, namun kau tetap berdiri kokoh di garis depan perubahan bangsa ini. kau mampu menjadi corong suara jerit tangis rakyat yang kerap kali ditutupi oleh kemilau dunia ini. Terlampau angkuh bila tak kusadari begitu kerasnya perjuangan hidupmu. Wahai saudaraku yang tetap diam dan tak bergeming, diammu tak akan pernah memecahkan teka-teki ini. miskinan, penganguran dan kelaparan akan tetap menjadi labirin masalah yang akan terus menyesatkan bangsa ini. Apakah hanya kau para mahasiswa yang harus memikirkan hal tersebut. Dimanakah engkau wahai saudara-saudaraku????kami butuh engkau saat ini, saat kami mencoba untuk melawan sebuah tirani. Lalu kemana perginya sang penggerak roda bangsa ini, entahlah akupun bingung tuk menjawabnya...lalu siapa sebenarnya yang akan kita lawan.

Dimanakan sang penggerak roda bangsa saat ini?? yang seharusnya menjadi sandaran bagi kami semua, tempat kami meminta perlindungan, tempat kami berkeluh kesah, tempat bagi kami tuk meminta pertolongan. Yang terdengar hanya janji-janji belaka tanpa ada suatu kepastian. Bangsa ini lebih senang bermain dalam sandiwara jalanan, yang mana di panggung sandiwara ini sang penggerak roda bangsa sedang berperan sebagai aktor antagonis yang menjadi perampok di negeri sendiri. harta yang mereka cari adalah kata kemakmuran, karena itu kemakmuran tak akan pernah ada karena telah di curi oleh sang penggerak roda bangsa ini.

by herbowo sampurno Selengkapnya...