Custom Search

KISAH KLASIK

KISAH KLASIK

Dalam sebuah kotak ku termenung mencari tau gelisah dihati ini, mengapa hidup seakan membingungkan. Apa yang ku cari, apa yang kan kutuju. Tak ada yang mengetahui. Sebatang rokok yang kuhisap telah mencapai titik terakhir. Namun tetap tak kutemukan jua rahasia itu. Terduduk ku disebuah jok tua ditemani dinginnya malam, yang menjadi sahabat karibkui selama ini. Dalam lamunan, ku berdialog bersama diriku yang lain, diriku yang tak pernah merasa resah, diriku yang selalu tenang dalam kedamaian.

Tiba-tiba setetes hujan mengampiri panasnya dunia yang telah sejak tadi dipanaskan oleh sang matahari. Suasana yang sunyi kembali membawaku kedalam dunia khayal. Tak terasa waktu yang kejam telah berlari meninggalkan ku dalam kesendirian, kesendirian yang tak pernah kuketahui kapan akan berakhir. Kulangkah kakiku memasuki sebuah ruangan sunyi, sesunyi diriku. Kuhibur diriku dengan sebuah lagu yang perlahan mendayu mengisi keheningan jiwa ini.

Kurebahkan diri ini dengan tak lupa kunyalakan sebatan rokok. Kulihat sekeliling ruangan itu, yang seakan ingin menceritakan rahasia mereka, tapi siapa yang akan mendengarkan ku saat kubutuhkan seorang teman. Suasana ruangan yang seakan menyesakkan dan meruntuhkan puing-puing keyakinan selama ini terus membayangi dan menghantui setiap langkah ku. Semakin kisah ini kutulis semakin kuterjatuh dalam kebingungan, kebingungan yang abadi. Baru beberapa menit yang lalu kulupakan semua masalah ini, namun ia terus menghampiriku, selalu mengingatkan ku kembali kepada sebuah ketakutan yang tak pernah kumengerti.

By herbowo sampurno

2 komentar:

cah kolong mengatakan...

hahahaaa!! curhat neh ceritanya penghuni "Setiabudi". nelpon doong kalo ngrasa kesepian, pa susahnya seh...hiii....

see u,

panorama-lampung.blogspot.com
ladang-kerja.blogspot.com

drt mengatakan...

Makasih atas kunjungannya. Eh, tempat anda ke Prabumulih jauh nggak? Bukankah itu kampung halamannya Motinggo Boesje?