wong alit dalam perspektif imajinasi
Label: desain grafis, gambar, karya, seri karya bergambar, teman, wong alit
Diposting oleh Kang Boim di Sabtu, Mei 10, 2008 1 komentar
Pengaruh globalisasi terhadap pola berfikir masyarakat indonesia
Pengaruh globalisasi terhadap pola berfikir masyarakat indonesia
Era globalisasi kini telah merambah masuk di semua sektor kehiupan bangsa indonesia, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap budaya berfikir masyarakat indonesia. Saat ini pola berfikir masyarakat indonesia yang cenderung (tidak seluruhnya) tlah banyak mengarah pada budaya-budaya barat yang notabane cenderung mencontoh pada perilaku yang negatif. Budaya tersebut tercermin dengan menjadikan budaya barat sebagai sebuah patron dari kemajuan peradaban berfikir manusia. Banyak saat ini generani muda yang meniru pola kehidupan barat, dengan berbagai gaya dan perilakunya yang negatif dalam kehiodupan sehari, atau saat ini dikenal dengan sebutan “anak gaul” dimanakan idedalisme kita saat globalisasi merambah masuk dalam sistem kehidupan kita, apakah ini bentuik dari memudarnya pola berfikir generasi muda sebagai penerus bangsa.Era globalisasi memang tidak bisa di justification selalu membawa dampak yang negatif bagi kita, namun dalam hal ini menurut saya eksistensi dari globalisasi tersebut lebih dominan kearah negatif, banayk contoh kasus yang dapat kita temukan, yaitu : maraknya seks bebas dilalangan remaja , yang saat ini dianggap bukan hal yang tabu lagi, perkembangan poirnografi yang dengan kemajuan teknologi yang canggih banyak dikonsumsi oleh anak dibawah umur dengan bebas dan mudah, tingkat peggunaan obat-obat terlarang yang sanagt memperhatikan. Kita sebagai negara dunia ketiga dijadika objek pasar dari penjualan obet terlarang internasional.
Oleh karena itulah kitaa perlu membangun kemvbali pondasi pla berfikir kitya, sebagai pengemban tugas berat penerus cita-cita bangsa yang beradab sesuai dengan perilaku kita sebagai orang timur. Langkah awal yang harus dilakukan menurut saya adalah coba kita gali terlebih dahulu npotensi-potensi yang terdapat pada banga kita, masih banyak potensi yang belum kita gali, yang sebenarnya hal tersebut sanagt berpengaruh bagi kita untuk tetap menjaga dan melestarikan eksistensi kultur sosial budaya bangsa indonesia, jangan jadikan budaya barat(dalam hal ini masuk melalui era globalisasi) sebagai patron pola berfikir, karena dari pola berfikir inilah nantinya perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari secara akan tidak akan terpengaruh dengan pola kehidupan buddaya barat yang bebas. Tunjukkaan bahwa kita sebagi bangsa yang besarf dengan keaneka ragaman kultur sosial budaya mampu bersaing dengan mereka, dengan menerapkan pola fikir kritis.
NB : sampai kapan kita akan selalu dijajah oleh peradaban barat, kini saatnya untuk bangkit, buktikan kita mamapu!!!!
14 juni 2005 5 lewat 25 menit sore hari di ukm penelitian
Sebuah opini tentang :
Pengaruh globalisasi terhadap pola berfikir masyarakat indonesia
Era globalisasi kini telah merambah masuk di semua sektor kehiupan bangsa indonesia, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap budaya berfikir masyarakat indonesia. Saat ini pola berfikir masyarakat indonesia yang cenderung (tidak seluruhnya) tlah banyak mengarah pada budaya-budaya barat yang notabane cenderung mencontoh pada perilaku yang negatif. Budaya tersebut tercermin dengan menjadikan budaya barat sebagai sebuah patron dari kemajuan peradaban berfikir manusia. Banyak saat ini generani muda yang meniru pola kehidupan barat, dengan berbagai gaya dan perilakunya yang negatif dalam kehiodupan sehari, atau saat ini dikenal dengan sebutan “anak gaul” dimanakan idedalisme kita saat globalisasi merambah masuk dalam sistem kehidupan kita, apakah ini bentuik dari memudarnya pola berfikir generasi muda sebagai penerus bangsa.
Era globalisasi memang tidak bisa di justification selalu membawa dampak yang negatif bagi kita, namun dalam hal ini menurut saya eksistensi dari globalisasi tersebut lebih dominan kearah negatif, banayk contoh kasus yang dapat kita temukan, yaitu : maraknya seks bebas dilalangan remaja , yang saat ini dianggap bukan hal yang tabu lagi, perkembangan poirnografi yang dengan kemajuan teknologi yang canggih banyak dikonsumsi oleh anak dibawah umur dengan bebas dan mudah, tingkat peggunaan obat-obat terlarang yang sanagt memperhatikan. Kita sebagai negara dunia ketiga dijadika objek pasar dari penjualan obet terlarang internasional.
Oleh karena itulah kitaa perlu membangun kemvbali pondasi pla berfikir kitya, sebagai pengemban tugas berat penerus cita-cita bangsa yang beradab sesuai dengan perilaku kita sebagai orang timur. Langkah awal yang harus dilakukan menurut saya adalah coba kita gali terlebih dahulu npotensi-potensi yang terdapat pada banga kita, masih banyak potensi yang belum kita gali, yang sebenarnya hal tersebut sanagt berpengaruh bagi kita untuk tetap menjaga dan melestarikan eksistensi kultur sosial budaya bangsa indonesia, jangan jadikan budaya barat(dalam hal ini masuk melalui era globalisasi) sebagai patron pola berfikir, karena dari pola berfikir inilah nantinya perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari secara akan tidak akan terpengaruh dengan pola kehidupan buddaya barat yang bebas. Tunjukkaan bahwa kita sebagi bangsa yang besarf dengan keanekaragaman kultur sosial budaya mampu bersaing dengan mereka, dengan menerapkan pola fikir kritis.
NB : sampai kapan kita akan selalu dijajah oleh peradaban barat, kini saatnya untuk bangkit, buktikan kita mampu!!!!
14 juni 2005 5 lewat 25 menit sore hari di ukm penelitian
Label: barat, budaya, globalisasi, indonesia, pengaruh, pola pikir, seri ngobrolin opini
Diposting oleh Kang Boim di Sabtu, Mei 10, 2008 6 komentar
politik kekuasaan kampus
Menginjakkan kaki didunia kampus, berarti siap menghadapi konsekuensi yang akan diterima dari setiap keputusan yang akan membawa kaki ini akan melangkah. Dimana dunia kampus dapat diibaratkan laksana hutan rimba, yang dijejali oleh penghuni-penghuninya yang mempunyai kemampuan intelektual yang sungguh menakjubkan, kapan dan dimana saja dapat menjebak langkah ini kedalamnya kekuatan komunitas kelompoknya (strength of group community) dengan berbagai cara, baik itu dilakukan secara formal hingga menggunakan siasat tipu muslihat. Lalu bagaimana caranya untuk melepaskan diri dari hal tersebut? Tak ada jawaban yang pasti, namun terkadang sifat apatis mahasiswa tlah terbukti mampu menghindari semua godaan tersebut. tapi ingat, itu bukanlah solusi terbaik dengan hanya mampu menjadi seorang penonton sejati. Mungkin yang kita perlukan hanyalah satu, yaitu sebuah petunjuk arah (kompas) yang dapat menunjukkan kemana kaki akan melangkah untuk keluar dari rimba tersebut sehingga tidak terjebak didalamnya, namun terkadang usaha tersebut menjadi sia-sia saat bujuk rayunya telah membutakan mata ini untuk menggapai kamuflase kemegahan yang dimilikinya, salah satunya adalah politik kekusaan kampus (politics power of campus), yang selalu dilengkapi oleh paket popularitas dan otoritasnya untuk berkuasa, namun hal itu juga yang dapat menjebak kita dalam kemelut yang tak kunjung selesai hingga kepalan tangan yang berbicara. Itulah sekilas gambaran kehidupan dunia kampus yang selalu menuntut setiap individunya untuk bersikap netralitas afektif dalam menilai dan menentukan pilihannya.Arena percaturan politik, memang tidak hanya terjadi pada tingkatan Negara atau pemerintahan saja, lingkungan kampus pun dapat menjadi sebuah replika dari dunia politik yang sesungguhnya, mahasiswa sebagai politikus kampus pun tak kalah hebatnya dengan sepakterjang para politikus bangsa ini, yang saling berebut kekuasaan demi sebuah jabatan, kekuasaan dan popularitas yang kelak akan memperkaya diri mereka sendiri. Panasnya suhu atmosfer politik kampus kian hari akan semakin meningkat sejalan dengan mendekati detik-detik masa pemilihan raya mahasiswa. Kondisi ini menjadi sebuah pemandangan yang menarik untuk diamati, apabila dengan secara jelas dapat kita saksikan gambaran baik buruknya ajang perebutan kekuasaan politik mahasiswa (power of student politics) tersebut, sehingga terpancar jelas arena pertarungan dan permainan siasat politik yang dimainkan oleh para kaum intelektual mahasiswa, baik yang kasat mata maupun yang tidak??
pendidikan tentang politik memang sebaiknya diketahui sejak dini, apalagi bagi generasi muda seperti mahasiswa, namun mengapa politik kampus yang dapat disebut juga sebagai replika dunia politik sesunggunya tersebut, selalu mencerminkan hal-hal yang negative dari sisi permainan politik, sehingga tidak terjadi sebuah balance proporsi pada arena percaturan politik kampus. Pergulatan Politik sangat identik dengan perebutan kekuasaan antara kelompok atau golongan, yang cenderumg menghalalkan segala cara guna memperoleh sebuah otoritas kamuflase.
Meminjam Max Horkheimer dari Mazab Frankfurt tentang rasio dan rasionalitas (Eclipse of Reason, 2004-Continuum International Publishing Group Academy), pendidikan membuat kaum terpelajar mengadopsi penalaran subyektif (subjective reasoning) dalam berpikir dan bertindak dengan "hanya mempertimbangkan situasi dan normanya sendiri". Dalam penalaran subyektif, fungsionalitas menjadi ukuran apakah suatu gagasan dan tindakan itu logis dan dapat diterima atau tidak. Merunut konsep Horkheimer, pendidikan semestinya menumbuhkan penalaran obyektif (objective reasoning), prinsip universalitas sebagai patokan cara berpikir dan bertindak yang mengatasi lokalitas, identitas, dan kepentingan pribadi/kelompok. (Agus Suwignyo, Pendidikan Dan Pelibatan Politik, http://www.unisosdem.org/). indikator ataupun batasan tentang konsep kebenaran politik kampus yang selama ini digunakan oleh mahasiswa sangatlah beranekaragam dan tidak mutlak sifatnya, karena masih dipengaruhi oleh factor-faktor idealisme mahasiswa baik itu yang bersifat individu maupun kelompok. Dapat diketahui, bahwa sejumlah konflik yang terjadi antar mahasiswa dalam lingkup student Governance di perguruan tinggi salah satu penyebabnya adalah karena perebutan kekuasaan politik kampus (politics power of campus) oleh segelintir elit politik mahasiswa, yang akan terus dan terus bertikai saling memperebutkan sebuah otoritas kamuflase guna mempertahankan keberlangsungan rezimnya masing-masing. Sebagian mahasiswa sampai saat ini masih belum dapat memandang sebuah perbedaan sebagai lahirnya demokrasi, baik itu berupa pendapat, prinsip ataupun perbedaan persepsi dalam kancah politik.
Konsepsi politik kekuasaan seperti yang diutarakan oleh seorang filsuf dari negeri Florence yaitu machiavelli yang mengutarakan teorinya dalam salah satu karyanya yang berjudul IlPrincipe (politik kekuasaan). ia mengemukakan apa yang nyata-nyata harus dilakukan oleh seorang penguasa untuk merebut, mempertahankan, dan menghindari hilangnya kekuasaan dengan menggunakan segala cara. konon buku ini menjadi sebuah kitab suci/pegangan oleh para dictator dunia, mulai dari napoleon hingga para penguasa dictator eropa pada Perang Dunia II, seperti Stalin dan Hitler. Konsep-konsep kekuasaan politik yang diutarakan oleh machevelli, secara sadar atau tidak telah diadopsi dan mulai diterapkan kembali oleh para kaum intelektual kampus pada masa ini, sebagaimana trik-trik yang mereka gunakan untuk memperoleh dukungan, mulai dari kampanye terselubung, mobilisasi massa pendatang baru didunia kampus, melakukan lobi-lobi antar elite politik, konspirasi hingga cara-cara yang tidak sehat untuk mempertahankan sebuah rezim dalam student governance telah dipraktekkan.
Sedikit berbeda dengan apa yang diutarakan machiavelli dalam politik kekuasaannya, Konsep hegemoni Menurut Gramsci, di dalam Selections From Prison Notebooks (1991) konsep 'hegemoni' tidak hanya berkaitan dengan dominasi politik, berupa 'kekuatan' (force), tetapi juga dengan dominasi lewat budaya, termasuk dominasi bahasa. Di dalam sebuah sistem kekuasaan tidak hanya diperlukan “kekuatan”, tetapi diperlukan juga 'penerimaan publik' (public consent) yang diperoleh lewat mekanisme kepemimpinan kultural, termasuk kepemimpinan bahasa. (Yasraf Amir Piliang ; Bahasa, Politik, Dan Nasionalisme) sehingga tak heran kini mahasiswa untuk mempermudah tujuan-tujuan politiknya cenderung mengedepankan kemampuan retorika massa, yang bila diperhatikan secara seksama seperti sebuah mantra yang dapat membuat kita hanyut didalam pengaruhnya. Sungguh cara yang sangat mengerikan bila setiap saat kita disuguhi doktrin-doktrin yang kadang belum terbukti kebenarannya, namun dapat mempengaruhi pola pikir kita dan cenderung bersifat Aktivitas subversive yaitu gerakan politik yang dianggap sebagai gangguan dalam arti mempunyai tujuan menggulingkan pemerintahan yang sah, dengan menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan hokum (Prof. Dr. Soejono S. Kamus Sosilogi)
Bila kembali melihat tingginya mobilitas atmosfer politik dalam dunia kampus, dapat diketahui pemilihan raya dijadikan sebagai ajang unjuk gigi kekuatan politik segelintir individu, kelompok ataupun organisasi mahasiswa, baik itu yang terjadi dalam lingkup jurusan, fakultas maupun universitas. mahasiswa yang ingin mendapatkan posisi terpandang dalam strata organisasi mahasiswa saling berlomba-lomba untuk menarik simpati sebanyak-banyaknya, khususnya yang menjadi objek sasaran mereka adalah para kaum proletar kampus, dimana cenderung bersifat apatis dan netral dalam menyikapi carut-marutnya dinamika politik kampus yang terjadi mengapa mereka sangat dibutuhkan?, karena sebagian besar dari kaum proletar kampus tersebut tidak memiliki sandaran berlabuh guna memberikan hak suaranya. Karena itu kemampuan mobilisasi dan retorika massa sangat dibutuhkan dalam hal ini, mereka saling meyakinkan satu sama lain, bahwa pilihan untuk mereka adalah pilihan yang terbaik, terkadang seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa dalam hal inisemua cara dapat dihalalkan, mulai dari siasat menghasut, mencela, sikut menyikut, strategi penyebaran pamphlet kaleng (tanpa ada nama/status tak jelas), Lobi-lobi dengan para petinggi mahasiswa, hingga permainan black campaign menjadi pemandangan yang biasa pada saat itu, mereka saling menjatuhkan satu sama yang lain hanya untuk merebutkan sebuah podium sang jawara elite kampus, yang kelak akan berkuasa dengan kebijakan-kebijakannya selama setahun kedepan, tanpa mengetahui apa hakikat dari tanggung jawab yang diembannya tersebut.
Ironis memang apabila mahasiswa kini hanya terfokus pemikirannya pada politik kampus saja, bagaimana dengan tridarma perguruan tinggi yang selama ini menjadi semboyan, yang harus dicapai oleh setiap mahasiswa sebagai indikator layaknya seseorang disebut dengan kata “mahasiswa, kaum intelektual muda, agent of chance dll”???. Terkadang mereka terlalu asyik bermain-main dengan politik kampus, hingga ada sebagian dari para penghuni perguruan tinggi tersebut yang lupa akan kewajibannya sebagai basis terdepan dalam menyuarakan aspirasi masyarakat yang selama ini telah tertindas oleh tangan-tangan para penguasa politik yang bermental “tempe” . Selain itu perebutan kekuasaan yang tidak sehat dikampus telah menjadi budaya yang terus dilestarikan dan selalu dipertahankan sejak dahulu hingga saat ini.
Teringat pertunjukkan ketoprak humor, setiap orang mempunyai peran dan tugasnya masing-masing dalam menjalankan misinya, dimana tujuan mereka hanyalah satu, yaitu bagaimana menghibur para penontonnya dengan tingkah laku konyol mereka. Wajar saja apabila kelak mahasiswa yang akan duduk dibangku birokrat bangsa ini, akan lebih lihai lagi memainkan peran politiknya dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan individu dan kelompoknya. Ini hanyalah sepintas gambaran dari politik kekuasaan kampus, yang menarik untuk diamati dan lebih menarik untuk dikritisi….
22 Februari 2006, 00.30 wib, Bandar Lampung
Label: kampus, kekuasaan, mahasiswa, opini, politik, seri ngobrolin politik
Diposting oleh Kang Boim di Sabtu, Mei 10, 2008 1 komentar
Bahaya Narkotika dan Penyebabnya
Narkotika kini merupakan suatu ancaman yang sangat serius bagi bangsa kita dan juga para generasi muda. Banyak diantara generasi muda kita yang telah terjerumus dalam dunia hitam dan melakukan tindak kriminalitas akibat mengkonsumsi narkotika. Pada buku yang berjudul Korban Ganja dan Masalah Narkotika ini, Wilson Nadaek sebagai penulis ingin memberikan ulasan tentang bahayanya mengkonsumsi narkotika serta peran pemerintah dalam usaha mengatasi dan memberantas peredaran narkotika. Narkotika adalah merupakan bahan yang sangat berbahaya yang dapat melumpuhkan daya pikir yang jernih serta dapat mempengaruhi susunan saraf sentral yang sifatnya membius dan dapat menimbulkan ketergantungan bagi pemakainya. Orang yang telah mengkonsumsi narkotika akan tenggelam dalam suasana mental yang buruk dan cenderung mengarah pada tindak kriminalitas.
Pada buku ini disebutkan beberapa faktor penyebab seseorang menggunakan obat narkotika,ganja dan sebagainya .yaitu antar lain:
1.Faktor coba-coba.
2.Pelarian terhadap masalah hidup yang sedang dialaminya.
3.Pernyataan kebebasan .
4.Identifikasi kelompok .
Sedangkan beberapa penyebab anak-anak muda yang masih sekolah terjerumus dan mengkonsumsi. obat-obat narkotika antara lain:
1.Akibat kesibukan orang tua yang kurang memperhatikan anaknya.
2.Broken home, anak-anak kehilangan bimbingan karena rumah tangga orang tua berantakan.
3.Perubahan sosial dan cara hidup.
4.Menemukan kesulitan dalam pelajaran.
5.Mobilitas pemuda dalam lingkungan yang kurang baik.
6.Kurangnya informasi tentang bahaya narkotika.
Buku ini sangat bermanfaat bagi setiap pembacanya, dan mengajak kita untuk selalu waspada terhadap bahayanya penyalahgunaan narkotika.
+:
mengetahui dampak dan penyebab dari mengkonsumsi narkotika
-:
tampilan cover buku kurang menarik
Saran:
Penampilan buku yang menarik, membuat orang tertarik untuk membacanya
Label: buku, drug, narkoba, narkotika, resensi, seri ngobrolin buku
Diposting oleh Kang Boim di Rabu, Mei 07, 2008 11 komentar
tips bergaul ala aa gym
Dalam kehidupan sehari-hari kita tentunya tidak lepas dari segala aktifitas dan saling berinteraksi antar sesama, dalam hubungannya tersebut kita harus bergaul dengan masyarkat disekitar kita .dalam buku seri manajemen qolbu yang berjudul seni menata hati dalam bergaul ini aa gym ingin menjelaskan kepada kita bagaimana kiat-kiat dan cara bergaul yang baik).
Label: bergaul, buku, interaksi, islami, resensi, seri ngobrolin buku, tips
Diposting oleh Kang Boim di Selasa, Mei 06, 2008 1 komentar
Asterix Jalan-Jalan Ke Inggris
Seri kisah petualangan asterix yang berjudul Asterix Di Inggris digambar oleh Uderzo dan naskah dibuat oleh Goscinny, yang diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan. Pada seri ini menceritakan tentang petualangan Asterix dan Obelix yang datang ke Inggris dengan membawa satu tong ramuan khasiat untuk diberikan kepada desa kecil di Cantium. Pada saat itu inggris sedang melakukan penyerbuan ke inggris danhanya satu desa ini saja yang belum dapat ditaklukan.
Dalam perjalannya ini asterix banyak menghadapi gangguan dan rintangan hingga akhirnya tong tersebut dihancurkan oleh tentara romawi dan ramuan tersebut bercampur dengan air sungai. Dalam kaeadaan panik akan diserang oleh romawi akhirnya asterix berinisiatif untuk membuat ramuan ajaib dengan daun-daun yang diambilnya dari rumah panoramix. Tanpa diduga ternyata ramuan itu berhasil karena air yang digunakan untuk merebus tersebut diambil dari sungai yang telah bercampur dengan ramuan khasiat dan akhirnya desa itu pun menang dan membebaskan inggris dari jajahan romawi
Komik ini sangat menarik dan lucu, apalagi saat asterix dan obelix bertempur melawan prajurit romawi seperti pesta kembang api, dimana–mana prajurit romawi berserakan dengan kondisi yang cukup tragis dan berterbangan seperti roket meluncur. Seri petualangan asterix ini disajikan dengan kualitas gambar dan perwarnaan yang bagus serta penggunaan bahasa yang cukup menarik. Namun menurut saya harga yang ditawarkan cukup mahal untuk sebuah komik.
+ :
kualitas gambar dan pewarnaan yang bagus serta cerita disetiap seri petualangan asterix yang khas, lucu dan menarik.
- :
harganya terlalu mahal untuk sebuah komik.
Saran :
Turunkan harga jualnya agar orang berminat untuk membeli komik ini
Label: asterik, buku, komik, obelik, resensi, seri ngobrolin buku
Diposting oleh Kang Boim di Selasa, Mei 06, 2008 7 komentar
Alternatif Pengobatan Tradisional Bagi Penderita Hepatitis
Hepatitis atau dengan kata lain penyakit kuning ini disebabkan oleh terganggunya fungsi kerja dari hati akibat terjadinya peradangan. Hal ini dapat terjadi karena tidak teraturnya jadwal makan dan terlalu banyaknya aktifitas yang dikerjakan sehingga stamina tubuh menjadi letih dan lemah. Gejala-gejala dari penyakit hepatitis ini adalah seperti; Hilangnya nafsu makan, perut kembung dan makin lama akan terlihat membesar atau membuncit, mual dan muntah, Warna disekitar Mata, kulit dan kuku berubah menjadi kekuningan, Tubuh terasa lemah,letih lesu disertai nyeri otot.Untuk mengobatinya diperlukan perawatan yang cukup intensif agar penyakit ini tidak kambuh lagi. Karena bila kambuh biasanya akan menjadi lebih parah dan dapat meningkat menjadi hepatitis B dan C yang saat ini sepengetahuan saya belum ada obat yang sifatnya paten mampu menyembuhkan penyakit yang satu ini. Apabila terlambat ditangani penyakit hepatitis ini dapat berubah menjadi penciutan hati (Sirosis} dan selanjutnya menjadi kanker hati. Selain mengkonsumsi obat-obatan dari dokter, pengobatan tradisional pun perlu digunakan untuk mempercepat proses penyembuhan. Pengobatan tradisional yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit kuning ini antara lain adalah :
1. Rebung kuning
untuk mengkonsumsi rebung kuning atau bambu kuning ini terlebih dahulu kita harus mencari bambu yang berwarna kuning, kemudian ambil bambu muda yang permukaan kulitnya masih tidak keras.Setelah itu cuci dan potong menjadi beberapa ukuran kecil. Lalu rebus dengan air bersih hingga warna air tersebut berubah warna menjadi kuning dan kemudian tuangkan kedalam segelas air, namun sebelumnya kita saring terlebih dahulu. Dinginkan sebentar dan setelah itu dapat dikonsumsi. Sebaiknya rebung kuning ini dikonsumsi tiga kali sehari, untuk mempercepat penyembuhan.
2. Remis
Remis atau sejenis kerang ini dapat diperoleh dengan mudah dipasar. Sebelumya kita cuci terlebih dahulu remis tersebut dan kemudian rebus dengan air bersih selama beberapa menit. Air dari rebusan remis tersebutlah yang nantinya digunakan untuk mengobati penderita hepatitis.
3. Temulawak
Kita dapat memperoleh temulawak ini dengan mudah dipasar-pasar. pertama-tama cuci terlebih dahulu kemudian potong menjadi beberapa bagian kecil. Setelah itu rebus dengan air bersih, tunggu beberapa menit hingga air rebusan berubah warna menjadi kecoklat-coklatan. Bila ingin hasil rebusan tersebut awet dan dapat digunakan untuka beberapa hari sebaiknya setelah dicuci kita jemur terlebih dahulu. Setelah air rebusan berubah warna, saring dan tuangkan kedalam segelas air. Temulawak ini dapat dikonsumsi 2 kali sehari.
By: herbowo sampurno
pertama kali dipublikasikan di www.pintunet.com
Label: alternatif, hepatitis, obat, pengobatan, rebung kuning, remis, Seri Forum Komunitas, temulawak
Diposting oleh Kang Boim di Sabtu, Mei 03, 2008 5 komentar
Buat kawan-kawan seperjuangan di almamater kampus hijau..... Universitas LAmpung
Label: kampus, karya, Logo, mahasiswa, seri karya bergambar, Unila
Diposting oleh Kang Boim di Sabtu, Mei 03, 2008 3 komentar
Manusia autentik
Manusia autentik
-------------------------------
Bisikan hati dan naluri menjadi Satu
terbaur dalam kelam jiwa yang semakin merintih
aku hanya seorang manusia
yang menginginkan sebuah kedamaian jiwa
sempurna tak berarti tak bercela
kebenaran bukanlah suatu harapan
semua adalah semu
kian ku pahami siapa diriku
semakin jauh ku terbenam kedasar pikiranku
yang slalu terawang-awang menjadi suatu yang sempurna
dimatamu, di kehidupanku kelak
namun sejauh kumelangkah
hanya perih yang kurasa
mencoba tertawa dalam kerasnya hidup
mencoba tegar dalam setiap cobaan
aku hanya menjadi seorang munafik
yang tak kan pernah tau siapa diriku sebenarnya
kadang ku merasa sedingin embun pagi
namun terkadang menjadi sepanas api
aku seakan terus berevolusi
berubah dan tak pernah berhenti
apakah aku mampu menjadi seorang yang sempurna dimatamu
atau hanya menjadi segelintir pencundang kehidupan
salahkah aku bila ku ingin menjadi seorang manusia
manusia autentik
kos’an Qiwil,
penghujung tahun 2005 bowox
Label: autentik, karya, Manusia, puisi, seri ngobrolin karya sastra
Diposting oleh Kang Boim di Kamis, Mei 01, 2008 0 komentar
bingkisan untuk para koruptor
untuk semua para koruptor....
smoga dibuka pintu sadarnya,
bahwa yang haram tidak akan pernah menjadi halal
----------------------------------------------------------
Selengkapnya...
Label: kera berdasi, korupsi, koruptor, kritik sosial, penderitaan, rakyat, seri karya bergambar
Diposting oleh Kang Boim di Kamis, Mei 01, 2008 3 komentar
















