Pada opini ini, saya ingin menjelaskan secara deskripsi tentang pengalaman saya selama menjadi member di pintunet ini. Dari pengalaman tersebut saya menyimpulkan beberapa point kekurangan dan kelebihan dari pintunet, yang mungkin sifatnya masih terlalu subyektif menurut saya. Mohon maaf bila Opini ini belum mencakup secara keseluruhan dari kelebihan dan kekurangan pintunet.
Beberapa point kelebihan dari pintunet menurut saya, yaitu:
* Disini kita akan didorong untuk belajar, bagaimana cara beropini yang baik dan juga menarik melalui sebuah bahasa tulisan. Karena bila opini tersebut tidak menarik, maka member-member lain pun akan enggan membaca dan memberikan komentar terhadap opini kita tersebut.
* Menambah dan memperkaya wawasan, banyak tulisan dari member lain yang sangat bermanfaat bagi kita, dari seputar produk hingga tips-tips yang terdapat pada forum komunitas.
* Dapat tersalurkan dan dibaca oleh orang lain/member lain.sehingga ada rasa lewat pintunet inilah Ada kepuasan batin tersendiri yang diperoleh bila opini kita tersebut dinilai, dibaca dan dikomentari oleh member lain. Pintunet merupakan wadah dimana segala kritik dan pendapat kita pendapat kita akan lebih dihargai.
* Dapat mengenal dan berinteraksi dengan member-member lain yang ada diseluruh indonesia, sehingga dapat mengetahui sudut pandang masing-masing member tersebut dalam menilai suatu produk
* Sistem yang diberlakukan dipintunet ini pun cukup menarik, selain keuntungan secara meteriil dan moriil yang kita dapat, dipintunet juga terdapat peringkat komunitas, yang dapat memacu semangat kita untuk selalu aktif dan tetap bertahan dipintunet.
* Dan yang terakhir, setiap opini yang kita buat selain dapat menambah score komunitas juga akan menambah jumlah rekening point kita yang ada dipintu net.
Dan untuk kekurangan dari pintunet, yaitu:
*Yang jelas menghabiskan banyak waktu dan biaya, belum lagi ditambah kendala warnet yang kadang-kadang sangat lambat untuk mengakses
* Situs Pintunet ini kadang-kadang susah untuk diakses dan beberapa kali saya harus login sampai berulang-ulang kali
* Dan untuk para membernya, menurut saya kebanyakan ( tidak semua member lho ) hanya aktif dalam memberikan opini-opini terbaru mereka pada pintunet, namun sangat minim dalam memberikan komentar terhadap opini-opini dari member lain. Sehingga sangat jelas terlihat hanya beberapa member saja yang selalu aktif dalam memberikan komentarnya
* Dari pengamatan saya selama ini (mungkin benar dan mungkin juga salah), banyak sebagian besar member ( yang ini juga tidak semua member lho ) hanya memberikan komentarnya terhadap opini yang terdapat pada list 30 opini terbaru atau pada 10 opini terbaru di forum komunitas. Sehingga saya menyimpulkan bahwa opini yang tidak termasuk lagi dalam 30 opini terbaru tersebut memiliki kemungkinan yang cukup kecil untuk dibaca dan dikomentari oleh member-member lain atau dengan kata lain hanya berkomentar pada opini-opini terbaru saja.
Sekali lagi saya mohon maaf bila opini ini tidak mencakup secara keseluruhan dari kelebihan dan kekurangan pintunet. Opini ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya selama menjadi member di www.pintunet .com hingga saat ini
pertama kali di publikasikan di www.pintunet.com
Selengkapnya...
kelebihan dan kekurangan pintunet
Label: blogger, deskripsi, indonesia, kritik, member, opini, pengalaman, pintunet, Sistem, tulisan
Diposting oleh Kang Boim di Jumat, Agustus 08, 2008 23 komentar
jurnalistik dan penerapannya
Dunia jurnalistik saat ini telah menjadi salah satu bagian penting bagi masyarakat dalam memperoleh suatu informasi berita yang akurat dan terpercaya. Namun dalam perjalanannya selama ini, bidang jurnalistik telah mengalami banyak perubahan dan perkembangan yang semakin maju hingga saat ini. Dalam buku yang berjudul Jurnalistik dan Konteksnya, yang ditulis oleh Achmad DS, terbitan PT Pabelan Jakarta, memberikan kepada kita pengetahuan dasar tentang dunia jurnalistik.
Dalam buku yang berjudul Jurnalistik dan Konteksnya ini Achmad DS sebagai wartawan senior yang telah lama terjun dalan dunia jurnalistik ingin menjabarkan berbagai informasi tentang jurnalistik dan teknik dalam penerapanya seperti: tatacara pengaduan, bagaimana proses dalam mencari dan mengolah berita, teknik wawancara dan penulisannya, membuat surat pembaca, artikel dan feature, menyelenggarakan konfrensi pers, memasang iklan dan lain-lain.
Dari buku ini saya mendapat suatu pengetahuan yang lebih tentang dunia jurnalistik. Pada buku ini dijelaskan peraturan pemerintah tentang pembatasan pemasangan iklan di surat kabar.suatu surat kabar tidak diperbolehkan untuk memasang iklan lebih dari 35% dari keseluruhan isi surat kabar tersebut dan 65% sisanya berisi berita. Bila kita lihat saat ini banyak berbagai surat kabar yang telah melanggar peraturan ini karena pemasangan iklan pada surat kabar mereka telah melampaui batas 35% dari peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Buku ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kepada kita tentang liku-liku profesi kewartawanan serta kode etik jurnalistik. Yang pasti buku ini sangat bermanfaat dan bagi mereka yang ingin terjun dalam dunia jurnalistik dapat mempelajarinya dasar-dasar bidang jurnalistik melalui buku ini.
pertama kali dipublikasikan di www.pintunet.com
Selengkapnya...
Label: Achmad DS, artikel, blogger, feature, iklan, indonesia, jurnalistik, konfrensi pers, masyarakat, penerapannya, resensi buku, surat pembaca, teknik wawancara, wartawan
Diposting oleh Kang Boim di Rabu, Agustus 06, 2008 19 komentar
kumpulan puisi pojok waroeng kopi
puisi-puisi singkat ini dipublikasikan untuk pertama kali dikolom komentar...
1)
dengan seutas pena, pikiranku menari
lantai dansa yang putih, kubuat hitam dengan jejak anganku
walau tak dapat kuucap, hati ini terus bernyanyi
lagu tentang sebuah kebebasan
2)
puisi kerinduan di tengah nyanyian malam
mengalun indah merangkai kata
wahai angin malam penyelimut hati
terangi aku dengan hangat bintangmu
sampaikan lah rinduku
seterang cahaya malammu
3)
hidup bagai lautan samudera...
yang kadang membuatku kehilangan arah
apakah aku harus kembali menyentuh
menyentuh daratan yang dapat menghangatkan hatiku
tapi dimanakan daratan itu???
dimana aku harus tambankan biduk perahu hidupku ini
aku pun tak tahu
karena yang kulihat hanya ombak biru
yang selalu menghantam kerasnya hidup
apakah ada seseorang yang mampu membawaku...
mengantarkanku kembali ke pelabuhan hatiku......
4)
edelweis.......
biarlah kau tetap disana
menghiasi sunyinya langit
menghangatkan sang puncak bumi
dalam keheningan suara alam
Selengkapnya...
Label: apresiasi, blogger, boim lebon, indonesia, kang boim, komentar, kumpulan puisi, lampung, puisi
Diposting oleh Kang Boim di Rabu, Juli 30, 2008 39 komentar
daerah terlarang
sesuai peraturan UU dunia maya/pojok-waroengkopi/IV/2008
barang siapa yang melanggar akan dikenakan sanksi pidana kerja paksa selama 3 bulan berturut-turut tanpa henti dan denda sebesar harga secangkir kopi panas di waroeng kopi
keputusan ini akan berlaku sejak peraturan ini di postingkan...
setiap pengunjung di harapkan hati-hati.....waspadalah-waspadalah....:D :D :D
Selengkapnya...
Label: cemberut, daerah, hati-hati, indonesia, kopi, larangan, pengunjung, pojok, waroeng, waspada
Diposting oleh Kang Boim di Jumat, Juli 25, 2008 45 komentar
Mengedit foto dengan photoshop CS
Sebelumnya mohon ijin ya mas M.Suprisdiantoko mau bagi-bagi informasi kepada blogger lain……saya mungkin akan membahasnya dengan singkat saja.
1.jalankan program photoshop anda, kemudian pilih gambar yang akan anda edit
2.pilih menu image-adjustments-desaturate
3.kemudian klik kata normal di kolom layer yang berada di sebelah kanan monitor anda, kemudian pilih ”color dodge”.
4.pilih kembali menu image-adjustments-invert (ctrl +I)
5.kemudian atur graussian blur, sesuai dengan keinginan anda
6.hasilnya anda dapat melihat di gambar yang kedua....
7.kemudian saya menambahkan sedikit edit photo tersebut untuk menghasilkan efek texture kanvas, dengan cara klik kata filter di bagian atas monitor, kemudian pilih texture dan craquelure untuk menhasilkan efek kanvasnya.
Untuk lebih lengkapnya atau ingin berkonsultasi mengenai photoshop silahkan kunjungi blognya M.Suprisdiantoko di ngeditfoto...sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih kepada M.Suprisdiantoko.
Label: adjustments, edit, gambar, image, indonesia, lampung, layer, lukisan, photo, photoshop cs, picture, program, texture kanvas
Diposting oleh Kang Boim di Jumat, Juli 25, 2008 28 komentar
Keterkaitan Antara Panduan Filosofis, Visi Dan Misi
Definisi Konsep Panduan Filosofis
Definisi Konsep Visi
Definisi Konsep Misi
Hubungan Antara Panduan Filosofi, Visi dan Misi
Daftar Pustaka
“Konsep, Kasus Dan Implementasi“ PT. Grasindo, 2001, Jakarta.
Rahmat “Visi Seorang Muslim (2)”.www.motivasi-islami.com
Tasmara T, Kecerdasan Ruhiah, GIP]
Wahyudi AS, SE, MBA “pengantar proses berfikir strategis”. Bina Rupa Aksara. 1996.
Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
by herbowo sampurno
Selengkapnya...
Label: bandar lampung, filosofis, indonesia, konsepsi, Korelasi, masyarakat, misi, pesan blog, social, strategi, tujuan, visi
Diposting oleh Kang Boim di Rabu, Juli 23, 2008 31 komentar
met ultah buat vRitTa
oh ya vritta suka banget nih ama yang namany hello kitty, makanya postingan ini akan diwarnai dengan picture hello kitty...
nah buat temen-temen blogger yang belum kenal, ini dia profillnya vRitTa
vRitTa's tReaSuRe
“haRta paLing beRharga di duNia ini adaLah dirimu.. love your self^^”
caLL me vRitTa
vRitTa??? aKu tuh... (kata oRang c,,) -keCiiL -Imut pastiNja! -ceNtiL -cantik pastiNja! -pinter -piNter ngoceeeh pasTinJa! -raJin -raJin BLanja pastiNja! hehehehehehehe ya itulah akuuuuuu^^
· Gender: Female
· Astrological Sign: Leo
· Zodiac Year: Horse
· Occupation: mahasiswa
· Location: maLang : Jawa TiMur : Indonesia
Buat temen-temen blogger….mampir yuk ke blognya…..........
Label: blogger, happy birthday, indonesia, profile, selamat, ulang tahunh, vritta
Diposting oleh Kang Boim di Rabu, Juli 23, 2008 18 komentar
Black Coffe Award
Period April-Juli 2008
POJOK WAROENG KOPIThanks For Your Participation And The Appreciation
Towards Every Post At Publicize
http: /pojok-waroengkopi. blogspot. com
Best Commentator
1. Mike.... (24)2. uNieQ (24)
3. yoga permana kusumah (20)
4. Panda (20)
5. namaku wendy
6. Kristina Dian Safitry (15)
7. Lyla (12)
8. Jafriko (10)
9. soemandjaja (9)
10. fragaria
Label: 2008, Appreciation, April, Award, bandar lampung, Best, Black, blogger, Category, Coffe, Commentator, indonesia, Juli, lampung, Participation, Period, Post, Publicize
Diposting oleh Kang Boim di Minggu, Juli 20, 2008 39 komentar
Materialisme dan premanisme di negeri ini
Sebelum membahas lebih lanjut, alangkah baiknya apabila kita pahami terlebih dahulu makna dari materialisme dan premanisme secara epistemologi. Mengutup dari wikipedia. Diketahui bahwa Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi jadi apapun yang tidak kita inderai maka pada hakikatnya adalah tidak ada. (wikipedia indonesia), sedangkan Premanisme (berasal dari kata bahasa Belanda vrijman = orang bebas, merdeka dan isme = aliran) adalah sebutan pejoratif yang sering digunakan untuk merujuk kepada kegiatan sekelompok orang yang mendapatkan penghasilannya terutama dari pemerasan kelompok masyarakat lain. (Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. 28 Februari 2008)
Praktek-praktek budaya materialisme dan premanisme tersebut merupakan dampak langsung dari terjadinya degredasi moral bangsa ini, yang kini lebih cenderung menghalalkan segala cara untuk mendapatkan atau untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Hal ini dapat dilihat dari maraknya praktek pungutan liar yang dilakukan oleh para pelaku public service di negeri ini dengan dalih sebagai pengurusan biaya administrasi, salah satu contohnya adalah betapa sulitnya seseorang dalam melakukan perizinan, dimana ia harus mengeluarkan sejumlah dana yang cukup besar agar proses perizinannya tersebut dapat dikerjakan oleh para birokrat di negeri ini atau pada tingkat yang rendah adalah apabila seseorang ingin memperoleh tandatangan dari lurah yang berkuasa di daerahnya guna kepentingan memperoleh surat keterangan bertempat tinggal, maka dengan ikhlas ataupun tidak Ia harus rela mengeluarkan sejumlah dana, mulai dari 10 ribu sampai dengan 20 ribu rupiah. Lain halnya lagi mengenai penertiban pedagang kaki lima (PKL), terkadang cara-cara represif dilakukan aparat dalam proses penrtiban tersebut. Bisa dilihat bahwa budaya saat ini telah mngarah pada tindakan main hakim sendiri, menerabas prosedur demi kepentingan sepihak atau kecenderungan memaksakan pendapat/kehendak pada orang lain. pemaksaan kehendak hal ini dapat dilihat mulai dari masyarakat kalangan atas, masyarakat kalangan bawah maupun para birokrat di negeri ini. Saat ini tidak ada sesuatu yang dapat dikatakan ”gratis”, semua memerlukan biaya. Namun apabila pungutan baya tersebut di lakukan tidak atas dasar peraturan yang ada maka hal itu dapat dikatakan sebagai praktek pemerasan.
Budaya premanisme dan materialisme yang kini telah merasuk kesegala sendi kehidupan di masyarakat, menjadi salah satu faktor dari kemunduran bangsa ini yang sebelumnya telah mengalami goncangan dampak dari krisis ekonomi. Perilaku budaya premanisme dan materialisme ini, telah membudaya baik di kalangan masyarakat atas, bawah maupun para birokrat di negeri ini, yang di tunjukkan dengan maraknya budaya korupsi, kolusi dan nepotisme. Apabila hal ini masih terus berlangsung maka pada akhirnya akan membawa dampak negatif bagi kemajuan bangsa ini, yang mencoba bangkit dalam keterpurukan.
oleh: herbowo sampurno
Label: biaya administrasi, birokrat, budaya, ijin, indonesia, Kolusi, korupsi, krisis, masyarakat, materialisme, nepotisme, penertiban, PKL, premanisme, reformasi, uang
Diposting oleh Kang Boim di Sabtu, Juli 19, 2008 24 komentar
rekruitmen pegawai bulog 2008
mengutip dari dari web nya bulog.....
Kami membuka kesempatan bagi para lulusan Diploma III (D3), Sarjana (S1) dan Pasca Sarjana (S2) dari beberapa disiplin ilmu untuk bergabung dengan Perusahaan Umum (Perum) BULOG dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Pendaftaran lamaran kerja akan dilakukan dengan cara ONLINE melalui website ini. Sebelum mendaftarkan diri, calon pelamar terlebih dahulu harus membaca dan memahami prosedur dan persyaratan yang telah ditetapkan, serta mencocokkan tingkat dan bidang pendidikan yang dibutuhkan.
Kebutuhan berdasarkan penempatan dan bidang pendidikan yang ditetapkan bagi calon pelamar adalah sebagai berikut : ......klik detil. Persyaratan administrasi yang ditetapkan bagi calon pelamar adalah sebagai berikut : ......klik detil. Pendaftaran ini hanya dapat diakses selama 10 (sepuluh) hari mulai tanggal 17 Juli 2008 s/d 26 Juli 2008.info lengkapnya silahkan klik gambar daiatas...semoga sukses
Label: bulog, BUMN, indonesia, karir, kerja, lowongan kerja, peluang, perum, rekruitmen
Diposting oleh Kang Boim di Jumat, Juli 18, 2008 9 komentar
lowongan kerja Bank BNI
PT. BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK
lowongan kerja: Credit Officer Middle
info kerja lagi ni....siapa ni yang mau jadi pegawai bank
Requirements:
1. Holding a Master Degree in Finance / Accounting from a reputable university (local /
overseas), with a Bachelor Degree in:
>Economic (Management, Accounting)
>Engineering (Petroleum, Chemistry, Physics, Geology, Electrical, Civil, Information Technology, Mechanical, Industrial)
>Mathematic and Science (Statistic, Mathematic)
>Agricultural / Fishery (Agronomy, Socioeconomic, Agricultural Technology)
2. Minimum GPA: 3,25 (scale 4)
3. Minimum TOEFL Score: 500
4. Maximum 30 years of age (per July 1st 2008)
Please send your application and comprehensive Curriculum Vitae, including a copy of certificate and GPA transcript, certificates of training, reference letter, recent photographs, and mentioning the position code on the envelope (CA) to:
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Divisi Sumber Daya Manusia, Assessment Center
Jl. Jend. S. Parman Kav. 55 -56, Slipi
Jakarta 10260
sebelum tanggal 19 Juli 2008.....semoga sukses
Selengkapnya...
Label: 2008, bank, BNI, BUMN, Credit Officer Middle, indonesia, karir, lowongan kerja
Diposting oleh Kang Boim di Kamis, Juli 17, 2008 15 komentar
Scrapbook pojok waroeng kopi
ini merupakan hasil karya dari lyla yang dengan baik hati mau membuatkan
scrapbook buat pojok waroeng kopi.....
ada yang mau
silahkan kunjungin blognya lyla dan request aja langsung
siap tau lyla masih bersedia membuatkannya buat temen-temen blogger
:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::
blogger indonesia..terus berkarya
Label: indonesia, karya, kopi, lyla, pesan blog, scrapbook, waroeng
Diposting oleh Kang Boim di Kamis, Juli 17, 2008 24 komentar
Fungsi legislatif dan eksekutif di era otonomi daerah
Fungsi politik merupakan usaha-usaha perumusan kehendak/kemauan daripada negara (the formulation of will of the state). Dengan demikian politik itu bersangkut paut dengan negara dan dengan sendirinya juga bersangkut paut dengan pemerintahan dan kekuasaan. Sebaliknya sebagai fungsi, administrasi negara merupakan usaha-usaha melaksanakan kehendak daripada negara (the execution of the will of the state). Jadi dengan demikian dapat disimpulkan bahwa politk dan administrasi negara sangat erat berkaitan; politik merupakan pangkal tolak administrasi negara dan adminstrasi negara merupakan kelanjutan dari politik. Seorang penulis mengatakan bahwa politik dan administrasi negara merupakan sisi-sisi dari sekeping mata uang yang sama.
Dalam meninjau pengaruh politik terhadap administrasi negara perlu diperhatikan sistem politik. Yang dimaksud dengan sistem politik ialah sistem hubungan kekuasaan dalam pemerintahan dan hubungan kekuasaan pemerintah dengan sumbernya (rakyat). Jadi di sini sistem politik mencakup hubungan pengemban kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif, hubungan antara pengemban kekuasaan pemerintah dengan wakil-wakil rakyat dalam badan perwakilan, bagaimana rakyat diorganisir untuk dapat mengefektifkan kekuasaannya (sistem kepartaian dan keormasan), sistem pemilihan dan sebagainya.
Dalam rangka pelaksanaan pemerintahan daerah sesuai dengan amanat UUD 1945, pemerintahan daerah yang mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas perbantuan diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan dalam sistem negara kesatuan republik Indonesia.
Efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan daerah perlu ditingkatkan dengan lebih memperhatikan aspek-aspek hubungan antar susunan pemerintahan dan antar pemerintahan daerah, potnsii dan keanekaragaman daerah, peluang dan tantangan, persaingan global, dengan memberikan keluangan yang seluas-luasnya kepada daerah disertai dengan pemberian hak dan kewajiban menyelenggarakan otonomi daerah dalam kesatuan sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Struktur negara kesatuan yang melaksanakan desentralisasi dapat dipandang sebagai tatanan politik dan tatanan administratif. Sebagai tatanan politik, karena struktur yang demikian merupakan wadah pengembangan demokrasi pemerintahan di daerah yang intinya adalah penyelenggaraan urusan rumah tangga daerah sesuai dengan aspirasi masyarakat daerah.
Dalam UU Republik Indonesia No 32 tahun 2004, yang dimaksud pemerintahan daerah dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas perbantuan, dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip negara kesatuan RI. Dimana pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintahan daerah dilakukan oleh lembaga pemerintahan daerah yaitu pemerintah daerah dan DPRD. Pemerintah daerah adalah Gubernur, bupati, dan Walikota, serta perangkat daerah sebagai unsur penyelenggaraan pemerintah daerah.
Kepala daerah dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh seorang wakil kepala daerah dan perangkat daerah. Kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat yang persyaratannya dan tatacaranya ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yakni UU No 32 Tahun 2004 yang menyatakan bahwa dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintah oleh pemerintah pusat kepada Gubernur sebagai wakil pemerintahan dan atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu.
Dari ketentuan ini dapat kita ketahui bahwa kepala daerah provinsi yaitu Gubernur selain berkedudukan sebagai kepala daerah otonom juga berkedudukan sebagai wakil pemerintah pusat didaerah. Sebagai wakil pemerintah daerah, Gubernur mempunyai tugas untuk melakukan pembinaan dan pengawasan atas penyelenggaraan pemerintah daerah untuk mewujudkan tercapainyai tujuan penyelenggaraan pemerintah daerah.
Konstruksi diatas menunjukkan prinsip hubungan antara pemerintah pusat dan daerah bersifat hierarkis dan vertikal, sehingga tercermin delegasi wewenang kepada daerah membutuhkan pertanggungjawaban. Prinsip ini menunjukan terdapa pola hubungan kekuasaan antar organisasi, yaitu antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi, antara dengan pemerintah pusat dengan pemerintah kabupaten/ kota, antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/ kota.
Undang-undang No 32 Tahun 2004 menentukan bahwa DPRD adalah lembaga perwakilan rakyat daerah sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan daerah. Hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD merupakan hubungan kerja yang bersifat kemitraan dan berkedudukan setara. Kedudukan yang setara bermakna bahwa diantara lembaga pemerintahan itu memiliki kedudukan yang sama dan sejajar artinya tidak saling membawahi. Hal ini tercermin didalam membuat kebijakan daerah berupa peraturan daerah.
Hubungan kemitraan bermakna bahwa pemerintah daerah dan DPRD adalah sama-sama mitra kerja dalam membuat kebijakan daerah untuk melaksanakan otonomi daerah sesuai dengan fungsi masing-masing sehingga antara kedua lembaga itu membangun suatu hubungan kerja yang sifatnya saling mendukung bahkan merupakan lawan ataupun pesaing dalam melaksanakan fungsi-fungsinya.
Selengkapnya...
Label: daerah, dewan, DPR, DPRD, eksekutif, fungsi, indonesia, legislatif, MPR, otonomi, peraturan, perwakilan, Presiden, rakyat
Diposting oleh Kang Boim di Selasa, Juli 15, 2008 15 komentar
konsep restrukturisasi manajemen sektor publik.
Lalu Bagimanakah agar pola manajemen Perusahaan Listrik Negara (PLN) dapat menjadi perusahaan yang benar-benar menempatkan masyarakat sebagai suatu pelanggan yang harus diberikan suatu Good service dari sebuah organisasi yang bergerak pada sector public? Sekedar saran atau sebuah harapan, PT. PLN sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di sektor publik, dapat saja mengadopsi konsep pelayanan prima dalam proses pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sebagai costumer, atau dapat juga menerapkan konsep Total Quality Manajemen (TQM). TQM memperkenalkan pengembangan proses, produk dan pelayanan sebuah organisasi secara sistematik dan berkesinambungan. Pendekatan ini berusaha untuk melibatkan semua pihak terkait dan memastikan bahwa pengalaman dan ide-ide mereka memiliki sumbangan dalam pengembangan mutu. Ada beberapa prinsip-prinsip fundamental yang mendasari pendekatan semacam itu, seperti mempromosikan lingkungan yang berfokus pada mutu
Apabila Pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dilihat menggunakan Pendekatan Konsepsi Teori Organisasi Sektor Publik, maka kita dapat mengacu pada karya Osborne D. dan T. Gaebler. Osborne D. dan T. Gaebler (1992) merefleksikan hal ini dalam buku Reinventing Government, dimana pengarang mengidentifikasi 12 karakteristik organisasi sektor publik, yaitu:
1. Mengadakan persaingan diantara penyedia pelayanan
2. Memberdayakan warga masyarakat dengan menghilangkan kekangan terhadap masyarakat
3. Mengukur kinerja
4. Berfokus bukan pada input tetapi pada proses-proses yang menghasilkan outcome
5. Dituntun oleh tujuan mereka (visi) - bukan oleh aturan dan undang-undang;
6. Meredefinisi klien sebagai pelanggan;
7. Memberi pilihan kepada warga masyarakat / pelanggan
8. Mencegah masalah sebelum terjadi ketimbang menanggulangi masalah yang timbul
9. Mendesentralisasi kewenangan dan melaksanakan manajemen partisipatif
10.Mendayagunakan sumber daya untuk menghasilkan uang, dan tidak sekadar menghambur-hamburkannya saja
Namun demikian, untuk menerapan konsep pelayanan prima, TQM atau Konsepsi Teori Organisasi Sektor Publik pada tubuh PLN, memang memerlukan suatu proses jangka panjang, berlangsung secara terus menerus dan berkesinambungan, karena budaya suatu organisasi sangatlah sulit untuk dirubah karena telah mengindap penyakit patologi birokrasi yang cukup akut. Faktor-faktor yang membentuk budaya organisasi seperti struktur kekuasaan, sistem administrasi, proses kerja, kepemimpinan, predisposisi pegawai dan praktek-praktek manajemen berpotensi untuk menjadi penghambat perubahan. Terkadang kekuasaan paling penting di sektor publik tidak ditemukan dalam organisasi, tetapi lebih sering terdapat pada sistem yang lebih besar. TQM dapat dijadikan bagian dari suatu strategi untuk meningkatkan komitmen lembaga- lembaga publik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
By herbowo sampurno
referensi:
Haerudin, Ihsan, “Reformasi Pelayanan Publik”, Bandung Institute of Governance Studies, www.google.com
Manan, Abdul, 2005, “Pemerintah Segera Buat Standarisasi Pelayanan Publik”, Tempo, Edisi Kamis, 24 Februari 2005
Mulyadi, Deddy, 2004, “Mengharapkan Pelayanan Publik Yang Optimal”, edisi Sabtu, 07 Agustus 2004, Harian Pikiran Rakyat
Shihab, Alwi, 2005, “Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik”, Tokoh Indonesia Dot Com (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
Label: energi, indonesia, konsumen, listrik, masyarakat, Monopoli, pelayanan prima, pelayanan publik, PLN, public service, Teori Organisasi Sektor Publik, TQM
Diposting oleh Kang Boim di Minggu, Juli 06, 2008 31 komentar
PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DEPARTEMEN KEUANGAN
pas maen-maen ke blognya okebebeh disana nemuin info tentang bukaan departemen keuangan..sebagai bentuk soladaritas..terhadap jobseeker yg ada di indonesia, boim ikutan buat nyebarin info ini ke kawan-kawan blogger ...silahkan baca pengumumannya di bawah ini dan klik kalimat "just informasi" or target sasaran.....dan semoga sukses....
Selengkapnya...
Label: Administrasi Negara, CPNS, daftar, departemen keuangan, Ekonomi Manajemen, Ekonomi Pembangunan, formasi PNS, hukum, indonesia, info, kerja, lowongan, pegawai, penerimaan, sarjana
Diposting oleh Kang Boim di Senin, Juni 30, 2008 20 komentar
sebuah karya untuk seorang sahabat
Label: bandar lampung, gitar, indonesia, karikatur, musik, nyanyian, sahabat, seri karya bergambar
Diposting oleh Kang Boim di Selasa, Juni 24, 2008 25 komentar
Pengentasan Kemiskinan Dalam Kerangka Kebijakan Otonomi Daerah
Perubahan paradigma pemerintahan bangsa Indonesia telah mengalami metamorfosis yang cukup dinamis, dimana sistem pemerintahan Indonesia yang dulu berpedoman pada sistem pemerintahan sentralistik kini berubah menjadi sistem pemerintahan desentralisasi yang tuangkan dalam UU No 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah.Dengan diberlakukannya Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah tersebut merupakan langkah awal dari suatu paradigma baru dalam penyelenggaraan Pemerintahan di Indonesia. Setiap pemerintah daerah Di Indonesia diberikan suatu kewenangan (otoritas) yang sangat luas, nyata dan bertanggungjawab secara proporsional kepada daerahnya masing-masing (Hendriawan, “Penanggulangan Kemiskinan Dalam Kerangka Kebijakan Desentralisasi”).
Hal itu diwujudkan dengan pengaturan, pembagian, dan pemanfaatan sumber daya nasional, serta perimbangan keuangan Pusat dan Daerah sesuai dengan prinsip-prinsip Otonomi Daerah, yaitu: demokrasi (democratization), peran serta masyarakat (community participation), memperhatikan keanekaragaman (uniformity) Daerah, pemerataan dan keadilan serta terkelolanya potensi sumber daya di Daerah secara efisien dan efektif.
Oleh karena itu diharapkan setiap daerah mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya guna menciptakan kesejahteraan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, dan diwujudkan salah satunya dengan upaya pemerintah dalam hal penanggulangan kemiskinan. Dengan kewenangan daerah yang semakin besar tersebut, maka pemerintah daerah bersama DPRD-nya memiliki tanggung jawab dan keleluasan yang cukup besar untuk mengambil keputusan-keputusan penting dan strategis bagi upaya-upaya mengatasi kemiskinan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakatnya.
Dengan diterapkannya sistem pemerintahan otonomi daerah, maka upaya-upaya untuk mengatasi kemiskinan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat miskin lebih menjadi prioritas bagi setiap daerah, sebagai bentuk tanggungjawab daerah terhadap masyarakat, khususnya pada masyarakat miskin. Sehingga pada akhirnya permasalahan-permasalahan kemiskinan yang muncul akan banyak direspon, diputuskan dan dilaksanakan secara cepat dan efektif oleh Pemerintah Daerah, tanpa harus menunggu dan banyak tergantung pada instruksi dari Pemerintah Pusat.
Namun pada kenyataannya perubahan bentuk pemerintahan dari sentralistik menjadi desentralistik dengan menerapkan prinsip-prinsip otonomi daerah tersebut, masih dirasa kurang hasil atau manfaatnya bagi masyarakat miskin disetiap daerah. Apabila kita meninjau kembali prinsip-prinsip yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan otonomi daerah, yang salah satu yaitu; demokrasi, pemerataan dan keadilan, maka sudah seharusnya tingkat kemiskinan di Indonesia semakin lama semakin menurun, bukan malah sebaliknya meningkat.
Berdasarkan penghitungan BPS, persentase penduduk miskin di Indonesia sampai tahun 2003 masih tetap tinggi, sebesar 17,4 persen, dengan jumlah penduduk yang lebih besar, yaitu 37,4 juta orang. Bahkan, berdasarkan angka Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada tahun 2001, persentase keluarga miskin (keluarga prasejahtera dan sejahtera I) pada 2001 mencapai 52,07 persen, atau lebih dari separuh jumlah keluarga di Indonesia (Hamonangan Ritonga, “Mengapa Kemiskinan di Indonesia Menjadi Masalah Berkelanjutan?”).
Angka- angka ini mengindikasikan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan selama ini belum berhasil mengatasi masalah kemiskinan di Indonesia. padahal pada masa reformasi saat ini dan dalam era otonomi daerah, pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan atau program-program guna mengentaskan kemiskinan baik itu ditingkat nasional maupun pada tingkat daerah. Dan jelas hasilnya, tidak ada perubahan yang signifikan terhadap penanggulangan kemiskian, antara penerapan system pemerintahan otonomi daerah dengan masa-masa sebelumnya, dan kemiskinan tetap terus meningkat tajam
by herbowo sampurno
Label: daerah, hukum, indonesia, kebijakan, kemiskinan, kerangka, masyarakat, negara, otonomi, pemerintah, pengentasan, peran, politik, publik
Diposting oleh Kang Boim di Jumat, Juni 20, 2008 10 komentar
adakah seorang pemimpin di negeri ini..???
Saat ini bangsa indonesia sedang dalam proses belajar untuk berdemokrasi, salah satunya dengan diadakannya proses pemilihan langsung kepala daerah maupun pemimpin negeri ini. Tapi kadang kita terjebak dengan janji-janji manis para calon pemimpin tersebut saat proses kampanye. Dalam proses kampanye tersebut masyarakat tidak di transformasikan apa dan bagaimana seoarng pemimpin tersebut dapat dikatakan baik untuk memimpin rakyatnya. Fenomena yang terjadi selama ini, para pemimpin tersebut hanya mengajarkan bagaimana cara mengumbar janji, yang kelak kita pun akan sulit untuk menagih janji-janji tersebut. Sekedar me riview beberapa kejadian yang terjadi selama berjalanya proses pemilihan langsung di indonesia. Proses pilkada atau pilpres malah menjadi sumbu dari munculnya konflik horizontal di masyarakat. Hal ini terjadi karena ketidak siapan dari setiap elemt di negeri ini untuk proses pemilihan secara langsung. Banyak informasi menyebutkan bahwa konflik tersebut muncul karena:* Adanya money politik saat proses kampnye.
* Penggelembungan suara/kecuarangan saat proses pemilihan
* Pendataan para pemilih yang masih kabur validitasnya
* Proses perhitungan yang kadang di warnai kecurangan
* Ketidak siapan para pemimpin tersebut menerima kekalahan
* Keberadaan undang-undang yang harusnya menjadi solusi dari konflik, malah berbalik arah bisa menimbulkan konflik
* Ketidak tegasan pemerintah dalam mengambil keputusan
by herbowo sampurno
Label: adil, indonesia, konflik, pemilu, pemimpin, pilkada
Diposting oleh Kang Boim di Jumat, Juni 13, 2008 24 komentar
Pengaruh globalisasi terhadap pola berfikir masyarakat indonesia
Pengaruh globalisasi terhadap pola berfikir masyarakat indonesia
Era globalisasi kini telah merambah masuk di semua sektor kehiupan bangsa indonesia, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap budaya berfikir masyarakat indonesia. Saat ini pola berfikir masyarakat indonesia yang cenderung (tidak seluruhnya) tlah banyak mengarah pada budaya-budaya barat yang notabane cenderung mencontoh pada perilaku yang negatif. Budaya tersebut tercermin dengan menjadikan budaya barat sebagai sebuah patron dari kemajuan peradaban berfikir manusia. Banyak saat ini generani muda yang meniru pola kehidupan barat, dengan berbagai gaya dan perilakunya yang negatif dalam kehiodupan sehari, atau saat ini dikenal dengan sebutan “anak gaul” dimanakan idedalisme kita saat globalisasi merambah masuk dalam sistem kehidupan kita, apakah ini bentuik dari memudarnya pola berfikir generasi muda sebagai penerus bangsa.Era globalisasi memang tidak bisa di justification selalu membawa dampak yang negatif bagi kita, namun dalam hal ini menurut saya eksistensi dari globalisasi tersebut lebih dominan kearah negatif, banayk contoh kasus yang dapat kita temukan, yaitu : maraknya seks bebas dilalangan remaja , yang saat ini dianggap bukan hal yang tabu lagi, perkembangan poirnografi yang dengan kemajuan teknologi yang canggih banyak dikonsumsi oleh anak dibawah umur dengan bebas dan mudah, tingkat peggunaan obat-obat terlarang yang sanagt memperhatikan. Kita sebagai negara dunia ketiga dijadika objek pasar dari penjualan obet terlarang internasional.
Oleh karena itulah kitaa perlu membangun kemvbali pondasi pla berfikir kitya, sebagai pengemban tugas berat penerus cita-cita bangsa yang beradab sesuai dengan perilaku kita sebagai orang timur. Langkah awal yang harus dilakukan menurut saya adalah coba kita gali terlebih dahulu npotensi-potensi yang terdapat pada banga kita, masih banyak potensi yang belum kita gali, yang sebenarnya hal tersebut sanagt berpengaruh bagi kita untuk tetap menjaga dan melestarikan eksistensi kultur sosial budaya bangsa indonesia, jangan jadikan budaya barat(dalam hal ini masuk melalui era globalisasi) sebagai patron pola berfikir, karena dari pola berfikir inilah nantinya perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari secara akan tidak akan terpengaruh dengan pola kehidupan buddaya barat yang bebas. Tunjukkaan bahwa kita sebagi bangsa yang besarf dengan keaneka ragaman kultur sosial budaya mampu bersaing dengan mereka, dengan menerapkan pola fikir kritis.
NB : sampai kapan kita akan selalu dijajah oleh peradaban barat, kini saatnya untuk bangkit, buktikan kita mamapu!!!!
14 juni 2005 5 lewat 25 menit sore hari di ukm penelitian
Sebuah opini tentang :
Pengaruh globalisasi terhadap pola berfikir masyarakat indonesia
Era globalisasi kini telah merambah masuk di semua sektor kehiupan bangsa indonesia, yang pada akhirnya akan berdampak terhadap budaya berfikir masyarakat indonesia. Saat ini pola berfikir masyarakat indonesia yang cenderung (tidak seluruhnya) tlah banyak mengarah pada budaya-budaya barat yang notabane cenderung mencontoh pada perilaku yang negatif. Budaya tersebut tercermin dengan menjadikan budaya barat sebagai sebuah patron dari kemajuan peradaban berfikir manusia. Banyak saat ini generani muda yang meniru pola kehidupan barat, dengan berbagai gaya dan perilakunya yang negatif dalam kehiodupan sehari, atau saat ini dikenal dengan sebutan “anak gaul” dimanakan idedalisme kita saat globalisasi merambah masuk dalam sistem kehidupan kita, apakah ini bentuik dari memudarnya pola berfikir generasi muda sebagai penerus bangsa.
Era globalisasi memang tidak bisa di justification selalu membawa dampak yang negatif bagi kita, namun dalam hal ini menurut saya eksistensi dari globalisasi tersebut lebih dominan kearah negatif, banayk contoh kasus yang dapat kita temukan, yaitu : maraknya seks bebas dilalangan remaja , yang saat ini dianggap bukan hal yang tabu lagi, perkembangan poirnografi yang dengan kemajuan teknologi yang canggih banyak dikonsumsi oleh anak dibawah umur dengan bebas dan mudah, tingkat peggunaan obat-obat terlarang yang sanagt memperhatikan. Kita sebagai negara dunia ketiga dijadika objek pasar dari penjualan obet terlarang internasional.
Oleh karena itulah kitaa perlu membangun kemvbali pondasi pla berfikir kitya, sebagai pengemban tugas berat penerus cita-cita bangsa yang beradab sesuai dengan perilaku kita sebagai orang timur. Langkah awal yang harus dilakukan menurut saya adalah coba kita gali terlebih dahulu npotensi-potensi yang terdapat pada banga kita, masih banyak potensi yang belum kita gali, yang sebenarnya hal tersebut sanagt berpengaruh bagi kita untuk tetap menjaga dan melestarikan eksistensi kultur sosial budaya bangsa indonesia, jangan jadikan budaya barat(dalam hal ini masuk melalui era globalisasi) sebagai patron pola berfikir, karena dari pola berfikir inilah nantinya perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari secara akan tidak akan terpengaruh dengan pola kehidupan buddaya barat yang bebas. Tunjukkaan bahwa kita sebagi bangsa yang besarf dengan keanekaragaman kultur sosial budaya mampu bersaing dengan mereka, dengan menerapkan pola fikir kritis.
NB : sampai kapan kita akan selalu dijajah oleh peradaban barat, kini saatnya untuk bangkit, buktikan kita mampu!!!!
14 juni 2005 5 lewat 25 menit sore hari di ukm penelitian
Label: barat, budaya, globalisasi, indonesia, pengaruh, pola pikir, seri ngobrolin opini
Diposting oleh Kang Boim di Sabtu, Mei 10, 2008 6 komentar
Ekonomi Politik dalam Sudut Pandang
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada saat itu hanya menjadi bayangan semu bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Dan ketika sistem itu runtuh, rakyat yang hanya menikmati pertumbuhan ekonomi semu tersebut dipaksa untuk melunasi biaya sosial politik yang sedang mengalami krisis kepercayaan yang hebat di Indonesia. Potensi modal asing yang telah terinvestasi di Indonesia pada akhirnya hanya menjadi beban yang berat bagi rakyat bukan sebaliknya sebagai daya penumbuhan kekuatan masyarakat Indonesia. Karena itu dapat disaksikan secara nyata, bahwa sebagian besar penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan sebagai konsekuensi mutlak dari pengaruh kapitalisme dunia, serta diiringi oleh meningkatnya tindak kriminalitas dan kesenjangan social pada masyarakat. Penyalahgunaan wewenang oleh para aktor birokrasi dan termonopolinya pasar oleh segolongan elite yang menguasai faktor-faktor produksi vital, yang kemudian dimanfaatkan oleh para kapitalis untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya melalui monopoli pasar, sehingga memperburuk tatanan sosial ekonomi yang telah ada.
Akan tetapi sesungguhnya pendekatan ekonomi-politik jauh lebih dalam daripada hanya hubungan antara ekonomi dan politik maupun penataan kelembagaan dan isu good-governance dari Bank Dunia. Ekonomi–politik adalah pendekatan yang mengupas/ menganalisis pola hubungan dan pola kepentingan berbagai golongan dan kelas yang terkandung dalam berbagai proses perubahan ekonomi modern, khususnya ekonomi modal (ekonomi kapitalisme).
Sebagaimana kita ketahui bahwa ekonomi politik dipengaruhi oleh faktor Politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Pada bidang politik penyakit Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme banyak menjangkiti para pemimpin dan pengambil keputusan di instansi pemerintah. Hutang luar negeri menjadi sasaran dan peluang untuk melakukan korupsi sehingga proyek - proyek hanya menjadi simbol gerak ekonomi yang tidak efisien. Pada bidang ekonomi transaksi global yang serampangan tanpa memperhitungkan kemampuan daya pengaman di dalam negeri, krisis, hutang luar negeri yang berujung pada krisis kepercayaan, sehingga menghasilkan struktur ekonomi yang tidak adil dan merugikan rakyat banyak. Inilah yang menjadi penyebab langsung dari kebangkrutan ekonomi nasional.
Masalah perubahan dan transformasi sosial dari berbagai kelas dan golongan sepanjang sejarah terkait erat dengan bagaimana berlangsungnya proses pemupukan modal dan akumulasi kekayaan di masyarakat. Hal ini yang semakin lama semakin menciptakan kesenjangan di antara berbagai golongan/kelas di masyarakat, yaitu : kaum kaya dan kaum miskin; kaum tani dan kelompok industrialis; kelompok pekerja dan kelompok majikan; kelas pengusaha dan kelas buruh. Ini adalah analisis ekonomi politik, yaitu keterkaitan mendalam antara hubungan-hubungan sosial-ekonomi dengan kekuasaan (politik).
Pada ekonomi hak-hak dasar ekonomi tidak dijalankan sepenuhnya hal ini dapat terlihat dari maraknya kasus-kasus terhadap penyalahgunaan hak-hak dasar ekonomi. Seperti PHK massal yang dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia yang merngakibatkan banyaknya para pekerja yang kehilangan mata pencahariannya. situasi ekonominya tidak juga membaik-baik, terutama karena situasi politiknya yang serba tidak pasti. Secara awam, orang kini mengerti hubungan antara ekonomi dengan politik. Bahkan kini para ekonom ortodoks, mulai menyadari keterbatasan ilmu ekonominya dan mulai memasukkan faktor politik ke dalamnya. Tidak bisa lagi hanya mengutak-atik instrumen ekonomi makro, moneter dan fiskal; tetapi juga harus mengutak-atik masalah demokrasi, penegakan HAM atau proses pelembagaan politik.
by herbowo sampurno
Label: ekonomi, fiskal, globalisasi, indonesia, kapitalis, krisis, moneter, neo liberal, PHK, politik, rakyat, reformasi, rezim, seri ngobrolin politik, stabilitas
Diposting oleh Kang Boim di Rabu, Maret 26, 2008 7 komentar



