siang ini, waktu lihat blog ternyata ada info dari innitial v yang memberitahukan bahwa ada sebuah Perusahaan Besar ingin menyaingi Google atau Myspace dll.. mereka ( menurut mereka akan membagi -bagikan 1 juta dollar kepada member yang gabung sebelum 1 Juli 2008), pas di periksa ke web nya ternyata benar, ada pernyataan seperti ini:
"We are giving away ONE MILLION DOLLARS USD split between EVERYONE who joins for free and helps us spread the word about the NEW Web 2.0 Upgrade before our July 1st launch!"
percaya ga percaya sih..masa di jaman yang materi masih ada yang rela membagi-bagikan uang dengan segitu gampangnya, mana uang yang di bagikan bukan uang receh lg...tp 1 juta dollar...wauw nominal yang cukup fantastis buat kita....kira-kira butuh berapa tahun ni supaya bisa ngumpulin duit segini banyak???bagi yang pengen tau infonya silahkan klik logonya di bawah ini
buat temen blogger atau khalayak umum yang mau mencoba..silahkan, ga ada ruginya nyoba dulu...kalau ga bener ya berarti dunia sudah kembali normal, karena memang ga ada yg gratis di dunia ini...selamat mencoba dan berdoa smoga apa yang informasi ini benar....he..he
Ada yang mau duit $ 1.000.000 (satu juta dollar)
Label: bisnis online, cari uang, cepat, jutawan, kaya, saingan google, satu juta, warisan, web 2.0
Diposting oleh Kang Boim di Minggu, Juni 15, 2008 33 komentar
adakah seorang pemimpin di negeri ini..???
Saat ini bangsa indonesia sedang dalam proses belajar untuk berdemokrasi, salah satunya dengan diadakannya proses pemilihan langsung kepala daerah maupun pemimpin negeri ini. Tapi kadang kita terjebak dengan janji-janji manis para calon pemimpin tersebut saat proses kampanye. Dalam proses kampanye tersebut masyarakat tidak di transformasikan apa dan bagaimana seoarng pemimpin tersebut dapat dikatakan baik untuk memimpin rakyatnya. Fenomena yang terjadi selama ini, para pemimpin tersebut hanya mengajarkan bagaimana cara mengumbar janji, yang kelak kita pun akan sulit untuk menagih janji-janji tersebut. Sekedar me riview beberapa kejadian yang terjadi selama berjalanya proses pemilihan langsung di indonesia. Proses pilkada atau pilpres malah menjadi sumbu dari munculnya konflik horizontal di masyarakat. Hal ini terjadi karena ketidak siapan dari setiap elemt di negeri ini untuk proses pemilihan secara langsung. Banyak informasi menyebutkan bahwa konflik tersebut muncul karena:* Adanya money politik saat proses kampnye.
* Penggelembungan suara/kecuarangan saat proses pemilihan
* Pendataan para pemilih yang masih kabur validitasnya
* Proses perhitungan yang kadang di warnai kecurangan
* Ketidak siapan para pemimpin tersebut menerima kekalahan
* Keberadaan undang-undang yang harusnya menjadi solusi dari konflik, malah berbalik arah bisa menimbulkan konflik
* Ketidak tegasan pemerintah dalam mengambil keputusan
by herbowo sampurno
Label: adil, indonesia, konflik, pemilu, pemimpin, pilkada
Diposting oleh Kang Boim di Jumat, Juni 13, 2008 24 komentar
Penerapan Restrukturisasi Dan Revitalisasi Organisasi Publik Dalam Era Otonomi Daerah
Kolaborasi Restrukturisasi dan revitalisasi organisasi publik dalam era otonomi daerah sedikit banyak memberikan informasi kepada masyarakat, bagaimanakah seharusnya peran dan fungsi dari suatu organisasi. Beberapa Landasan hukum dari penerapan otonomi daerah yaitu diawali dengan disepakatinya Tap MPR Nomor XV/MPR/1999 tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pengaturan, Pembagian Dan Pemanfaatan Sumber Daya Nasional Yang Berkeadilan Serta Perimbangan Keuangan Antara Pusat Dan Daerah Dalam Rangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan dikeluarkannya UU No.22 Tahun 1999 tentang pemerintah daerah.Oleh karena adanya perubahan system pemerintahan di Indonesia dari yang bersifat sentralistik menjadi desetralistik, maka setiap daerah perlu melakukan penataan ulang kembali tentang system pemerintahannya. Pelaksanaan otonomi daerah tersebut pada akhirnya memberikan berbagai implikasi terhadap aktivitas pemerintahan pada tingkat daerah. Salah satunya adalah terhadap pengembangan dan pembinaan birokrasi lokal. Dengan kewenangan yang luas kepada daerah, maka implikasinya berdemensi positif terhadap pengembangan dan pembinaan birokrasi lokal adalah menyangkut pengembangan organisasi dan karier aparatur pemerintah daerah. Pemerintah daerah memiliki kesempatan untuk membangun struktur pemerintahan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, membangun sistem dan pola karier administratif, serta mengembangkan sistem manajemen pemerintahan yang efektif (Simon Sumonjoyo Hutagalung, “Implementasi Kebijakan Restrukturisasi Pemerintsahan Daerah Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah”).
Hicks dan gullet 1987 mengemukakan bahwa perubahan pada suatu organisasi dapat dibagi menjadi tiga golongan perubahan yaitu perubahan teknologis, perubahan struktural dan perubahan manusia. Perubahan teknologis merupakan jenis perubahan struktural dan perubahan yang meliputi produk-produk baru serta proses-proses baru, perubahan manusia meliputi perubahan personil sedangkan perubahan struktural merupakan jenis perubahan yang meliputi kebijaksanaan-kebijaksanaan atau prosedur-prosedur baru. Namun menurut Nugroho dalam konteks otonomi daerah, setiap organisasi public harus lebih memfokuskan pola restrukturisasi dan revitalisasi organisasi public tersebut dalam Empat (4) hal yaitu :
1. Perampingan fungsi-fungsi yang tidak seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah, dalam organisasi publik dapat mengalihkan pekerjaan tersebut keluar namun masih memiliki (outsourching), memberikan sepenuhnya kepada pihak luar, atau berasama-sama mengelola dengan pihak luar.
2. Menghilangkan politrical appointy didalam organisasi publik disatu sisi dan menata organisasi yang sesuai dengan tuntutan publik, tidak harus selalu ramping, yang utama efektif.
3. Membangun hubungan yang diametral namun fungsional dengan organisasai kontra birokrasi layaknya sebagai cermin dari orgnisasi publik
4. Menata orgnisasi publik agar sebangun sengan tuntutan publik global.
(rian nugroho, 2000, op cit, hlm 25-29)
Dalam proses penerapan Restrukturisasi dan revitalisasi organisasi publik dalam era otonomi tersebut pada akhirnya tidak mencerminkan pada tujuan awal dilakukannya restrukturisasi dan revitalisasi, apabila setiap perubahan pada organisasi public tersebut mengacu pada empat hal yang telah disebutkan oleh Nugroho. Kenyataannya saat ini adalah perampingan fungsi-fungsi organisasi public tersebut berubah menjadi pola pemekaran struktur, sehingga istilah “miskin struktur kaya fungsi” yang selama ini menjadi tujuan dari suatu organisasi public hanya menjadi sebuah semboyan belaka. Pola manajerial yang diterapkan organisasi public saat ini cenderung berorientasi pada profit tanpa mengedepankan kejahteraan dan kemakmuran masyarakat (Civil Society). Nilai-nilai otonomi daerah yang pada awalnya bertujuan menjadikan pemerintah daerah sebagai titik sentral dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dengan mengedapankan otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab sehingga diharapkan mampu meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam menjalankan roda pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat di berbagai sector kehidupan, sedikitpun belum dirasakan adanya perubahan yang berarti
Label: Administrasi Negara, daerah, hukum, imdonesia, organisasi, otonomi, pelayanan publik, pemerintah, politik, publik, restrukturisasi, UU
Diposting oleh Kang Boim di Rabu, Juni 11, 2008 11 komentar
Perspektif Ekologi Administrasi Negara
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak pernah dapat hidup seorang diri. Di manapun, bilamanapun dan dalam keadaan bagaimanapun, manusia senantiasa memerlukan kerjasama untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang tidak mengenal batas karena fitrahnya sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya di muka bumi.Untuk mempertahankan hidupnya sebagai makhluk yang tertinggi derajatnya, manusia harus mampu memenuhi kebutuhan hidup yang mendasar (basic needs) maupun kebutuhan hidup sampingan (derived needs) yang justru lebih banyak dan lebih beragam. Selain kebutuhan biologis, manusia menghadapi kebutuhan sosial dan integritas yang tidak mudah dipenuhi tanpa kerjasama dengan sesamanya. Oleh karena itulah manusia senantiasa mengembangkan persekutuan sosial (social group) dan pengendaliannya (social organization) demi ketertiban bermasyarakat. Tanpa disadari, persekutuan sosial dengan perangkat kelembagaannya menciptakan lingkungan (hidup) sosial yang menuntut para anggotanya untuk menyesuaikan diri, sebagaimana mereka menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidup alamnya
Kemampuan akal manusia untuk mempersatukan (to assimilate) khasanah alam ke dalam ranah kebudayaan dan melihat diri dan orang lain sebagai bagian dari lingkungannya itulah pangkal perwujudan lingkungan sosial. Dengan secara lebih lugas Bennett (1976) menyatakan bahwa manusia hidup dalam lingkungan yang mereka manfaatkan, bukan untuk disalah gunakan, bersama orang lain yang membentuk suatu lingkungan (humam ecology) yang merupakan bagian dari lingkungan hidup yang lebih luas (natural ecology) sebagai kenyataan. Oleh karena itu manusia lebih banyak dituntut untuk beradaptasi terhadap lingkungan sosial yang mereka ciptakan berdasarkan pemahaman kebudayaannya daripada menyesuaikan diri terhadap lingkungan alam semata-mata (Budhisantoso, “Pengelolaan Lingkungan Sosial, Ekonomi Dan Budaya”, Ekonomi Rakyat edisi Juli 2002, www. Google.com).
Administrasi sebagai ilmu mempunyai sifat umum dan universal dalam arti memiliki unsur-unsur yang sama, dimanapun dan kapanpun ilmu administrasi diterapkan. Namun diketahui bahwa dalam satu sistem administrasi negara sendiri masih dijumpai subsistem administrasi dari suatu kelompok masyarakat yang menggambarkan hubungan pengaruh antara administrasi negara dengan lingkungan sekitarnya, baik fisik maupun lingkungan masyarakatnya. Oleh karena itu dengan mengkaji ekologi administrasi negara yang merupakan salah satu cabang ilmu administrasi, kita dapat menerangkan hubungan timbal balik yang terjadi antara lingkungan hidup (environment) dimana administrasi negara itu tumbuh dan berkembang dengan administrasi negara sendiri yang dianggap sebagai organisme hidup (living organism) (Pamudji, “Ekologi Administrasi Negara”, Bina Aksara)
Dalam kajian ilmu administrasi negara, terutama pada ekologi administrasi negara, tinjauan kebudayaan memegang salah satu peranan yang cukup penting, karena kebudayaan termasuk dalam salah satu unsur faktor-faktor ekologis yang beraspek kemasyarakatan dalam tinjauan ekologis. Selain itu dalam aspek budaya dikaji pula berbagai pola perilaku seseorang ataupun sekelompok orang (suku) yang orientasinya berkisar tentang kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik, hukum, adat istiadat dan norma kebiasaan yang berjalan, dipikir, dikerjakan, dan dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya, serta dicampurbaurkan dengan prestasi di bidang peradaban (Inu Kencana, dkk, Ilmu Administrasi Publik; 140). Betapa pentingnya kebudayaan pada suatu masyarakat, dapat disimpulkan dari pendapat Melville J. Herkovits yang mengemukakan pengertian Cultural Determinish, yang berarti behwa segala sesuatu yang terdapat di dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu.
Label: Administrasi Negara, budaya, ekologi, ilmu, publik
Diposting oleh Kang Boim di Senin, Juni 09, 2008 23 komentar
TAG..."The Age That I Wish To Get Back To"
ya akhirnya tugas tag dari gratcia selesai juga, berawal tanggal 2 june 2008, gratcia menghubungi boim lebon di shoutbox.nya..jreeeng....jreeeng..."ada hadiah tag lg nih"...he..he..wah akhirnya kena lagi nh tugas. tugasnya namanya nostalgia....wah harus me-review ulang lagi ingetan yang udh lama tidur seiring makin tuanya usia...ok waktunya mengerjakan tagnya.."The Age That I Wish To Get Back To"
dalam bahasa gaulnya liga calcionya "negli epoca quanto mi ansioso potere ritornare nuovamente". kalau dipikir-pikir, sepertinya kenangan yang dulu tersimpan sekarang lambat laun sudah sedikit memudar, perlu kerja ekstra berat plus dopping segelas kopi dulu biar inget...kenangan-kenangan waktu kecil dulu.
“Pada usia berapa saya berharap dapat kembali lagi”..jawabannya waktu saya berumur kuran lebih 4 tahun…dimana boim masih lucu-lucunya…he..he…waktu kecil moment yang paling di tunggu adalah lebaran..soalnya kalau lebaran pasti duit di dompet-dompetan jaman dulu pasti penuh dengan uang ratusan rupiah…pa lagi dulu ada kebijakan bantuan langsung kalau puasa (BLKP) dari orang rumah…jd kalau bisa puasa setengah hari bakal dapat bonus duit…(lumayan bisa beli chicki+makan somay pas buka puasa)..dulu jam 12 siang jadi waktu yang favorit….waktunya makan siang di tengah orang-orang yang lagi puasa….he..he..tapi pas waktu bedung di sore hari boim juga buka puasa lagi yang kedua….(maklum namynya juga anak kecil)……
Dan waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya dateng juga….”lebaran”, malam sebelum lebaran biasanya bareng temen-temen seperjuangan waktu kecil buat obor trus keliling sampe malem...wah seru banget tuh waktu keliling-keliling....sambil teriak-teriak takbiran plus cekakak-cekikik sampai suaranya mau abis.....he..he.., besok paginya subuh udah rapih..dengan setelan baju baru…(dulu setiap lebaran pasti baju baru …soalnya bisa beli Cuma setahun sekali ..)..abis sholat….eng..ing..eng….waktunya bagi-bagi “THR”, nah disitu boim waktu kecil mengeruk kekayaan….lumayan…dompet boim yang depannya gambar kartun ga jelas tu ..bisa penuh dengan lembaran uang seratus rupiah…plus makan makanan yang enak-enak……he…he…
That my story…” The Age That I Wish To Get Back To”…how abaout you??????
Ok boim akan segera passing nig tag ke wong alit dan unieq..... thanks for gratcia that entrust tag this to boim, so I can remember my little time funny memories
Label: kecil, kenangan, lebaran, lucu, nostalgia, puasa, tag
Diposting oleh Kang Boim di Sabtu, Juni 07, 2008 20 komentar
Sosiologi Kebudayaan
Kebudayaan merupakan semua hasil dari karya, rasa dan cita-cita masyarakat. masalah budaya menjadi sangat penting untuk dikaji lebih mendalam karena kebudayaan dan masyarakat manusia merupakan dwitunggal yang tidak terpisahkan. Istilah kebudayaan berasal dari kata sansekerta Buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari kata Buddhi yang berarti budi atau akal. Culture berasal dari kata latin colere yang berarti mengolah dan mengerjakan (Soerjono Soekanto, 1987, ”Sosiologi Suatu Pengantar”, Rajawali Pers, Jakarta).
Kebudayaan merupakan pengetahuan manusia yang diyakini akan kebenarannya oleh yang bersangkutan dan yang diselimuti serta menyelimuti perasaan-perasaan dan emosi-emosi manusia serta menjadi sumber bagi sistem penilaian sesuatu yang baik dan yang buruk, sesuatu yang berharga atau tidak, sesuatu yang bersih atau kotor, dan sebagainya. Hal ini bisa terjadi karena kebudayaan itu diselimuti oleh nilai-nilai moral, yang sumber dari nilai-nilai moral tersebut adalah pada pandangan hidup dan pada etos atau sistem etika yang dipunyai oleh setiap manusia (Geertz, 1973b), (www.google.com).
Menurut Andreas Eppink, culture atau kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. Budaya merupakan semua aspek ungkapan ekspresif insan manusia yang diwujudkan pada alam sekitarnya. Hal ini bisa secara fisik maupun mental. Kata budaya bisa berarti: 1) pikiran, akal budi, konsep, 2) adat istiadat, 3) segala sesuatu ungkapan manusia, 4) sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sulit diubah dan 5) seni, kultur, pakaian (www.wikipedia.com).
Banyak pendapat para sarjana tentang unsur-unsur kebudayaan, yang oleh C. Kluckhohn dianalisa dengan menunjuk pada inti pendapat-pendapat sarjana, tersebut, yang menyimpulkan adanya unsur kebudayaan yang dianggap sebagai cultural-universals, yaitu:.
a) Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
b) Mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi
c) Sistem kemasyarakatan
d) Bahasa
e) Kesenian
f) Sistem pengetahuan
g) Religi
(Widyosiswoyo, S, 1996, ”Ilmu Budaya Dasar”, Ghalia Indonesia, Jakarta)
Kebudayaan berguna bagi manusia, yaitu untuk melindungi diri dari alam, mengatur hubungan-hubungan antar manusia dan sebagai wadah daripada segenap perasaan manusia. Tak ada kebudayaan yang statis; setiap kebudayaan mempunyai dinamika. Gerak tersebut merupakan akibat dari gerak masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan. Selain itu terdapat pula terjadinya akulturasi budaya. Akulturasi merupakan proses dimana suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan yang tertentu, dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri (Soerjono Soekanto, 1987, ”Sosiologi Suatu Pengantar”, Rajawali Pers, Jakarta)
Label: budaya, kebudayaan, Manusia, masyarakat, seri ngobrolin opini, sosiologi
Diposting oleh Kang Boim di Kamis, Juni 05, 2008 4 komentar
hayo pada ngaku pernah korupsi ga???? he..he

hayo ngaku..pernah korupsi ga????yang baca postingan ini wajib menjawab..ok..ditunggu jawabannya dari para blogger....10 penjawab yang jujur akan mendapatkan sebuah mug keren plus bakal di kunjungi ama KPK....he....hee
Selengkapnya...
Label: bisnis, cari uang, hot, jujur, korupsi, KPK, uang panas
Diposting oleh Kang Boim di Selasa, Juni 03, 2008 32 komentar
Digusur...digusur...
Label: di gusur, orang miskin, pasar, pemerintah, PKL, seri karya bergambar, seri ngobrolin opini
Diposting oleh Kang Boim di Sabtu, Mei 31, 2008 29 komentar
crossing ball....Tag..Tag...Tag...
According to a Japanese institute research, there are certain personality that seem to match up with certain blood types.
TYPE OYou want to be a leader, and when you see something you want, you keep striving until you achieve your goal. You are a trend-setter, loyal, passionate, and self-confident. Your weaknesses include vanity and jealously and a tendency to be too competitive.
TYPE A
You like harmony, peace and organization. You work well with others, and are sensitive, patient and affectionate. Among your weaknesses are stubbornness and an inability to relax.
TYPE B
You’re a rugged individualist, who’s straightforward and likes to do things your own way. Creative and flexible, you adapt easily to any situation. But your insistence on being independent can sometimes go too far and become a weakness.
TYPE AB
Cool and controlled, you’re generally well liked and always put people at ease. You’re a natural entertainer who’s tactful and fair. But you’re standoffish, blunt, and have difficulty making decisions.
How about you ?
Golongan darah boim lebon “O”, saya sepakat dengan pendapat Numero Uno!!!..golongan darah tidak dapat dijadikan standar dalam menilai kepribadian seseorang…masih banyak factor lain yang dapat mempengaruhi karakter sesorang..(sebagian sudah di sebutkan oleh Numero Uno!!!
Tugas selesai…akan saya oper tugas ini kepada:
wong alit
Cah Kolong
amazon
NB: jangan salahkan daku jg yg melempar tag ini...salahkan Alia.... yang melempar ke numero uno..trus numero yang melemparkannya lagi pada boim lebon …..hahahhaha.....he..he..hee
Label: golongan darah, karakter, kepribadian, Seri Forum Komunitas, tag
Diposting oleh Kang Boim di Kamis, Mei 29, 2008 9 komentar
pahlawan tanpa tanda jasa
Label yang selama ini di sematkan pada guru sebagai “pahlawan tanpa tanda jasa”, seakan tak akan pernah hilang, mereka bekerja dengan upah seadanya yang diberikan oleh pemerintah guna menjalankan tugas mulianya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. karena pendapatannya sebagai guru honorer yang hanya sebesar 460 ribu rupiah/bulan hanya habis untuk tranport saja. Ujar ani kusrini, spd, salah satu guru honorer di SMPN 25 Bekasi Harapan Jaya Bekasi, yang telah mengabdi selama 11 tahun (Sumber data: ge mozaik, 20.11.2005).Profesi guru adalah salah satu profesi yang sangat mulia dan bermartabat namun disisi lain kesejahteraan guru masih sangat memprihatinkan. Guru honor yang hingga puluhan tahun mengabdi menjadi guru, hingga kini masih belum jelas statusnya. Penantian mereka untuk hanya satu, yaitu sebuah status yang jelas sebagai pegawai negeri sipil (PNS) yang ntah kapan akan mereka peroleh, hingga akhirnya usianya tidak memenuhi syarat lagi untuk diangkat menjadi PNS. Mereka tidak diangkat karena tidak memenuhi syarat atau karena korban permainan kotor penjahat kepegawaian atau aparat di daerah yang mementingkan uang untuk memperkaya atau yang menguntungkan diri sendiri (tidak heran, karena mereka diangkat PNS juga karena sejumlah uang).
hal ini sangat kontradiksi apabila kita mendengar pernyataan dari Mendiknas Bambang Sudibyo, yang mengatakan "Kalau mau jujur, sebenarnya jumlah guru yang ada saat ini masih kurang. Karena jumlah guru yang ada itupun sebagian masih berstatus sebagai guru tidak tetap dengan honor relatif rendah," katanya. (Selasa, 5 Juli 2005, Suara Karya Online).
Dari data yang diperoleh LKBN ANTARA diketahui bahwa dibutuhkan guru bantu untuk memenuhi tenaga guru di berbagai daerah di tanah air pada awal tahun 2003 yaitu sekitar 427.000 guru, untuk menutupi kekurangan tenaga pendidik tersebut pemerintah mengangkat sekitar 192.000 guru Bantu diseluruh indonesia. Dan pada tahun 2004 ada pengangkatan PNS dengan formasi 204 ribu yang dibutuhkan termasuk diantaranya tenaga pendidik dan waktu itu yang mendaftar 4,5 juta orang. Dalam pendaftaran itu ada 1,2 juta yang mendaftar menjadi tenaga pendidik dengan formasi 60 ribu, tetapi guru bantu yang mendaftarkan dan yang diterima hanya 25 ribu. Sebenarnya pemerintahlah yang selama ini membutuhkan tenaga-tenaga dan pemikiran mereka sebagai seorang pendidik, tapi pada kenyataannya mereka akan tetap menjadi "pahlwan tanpa jasa" yang tidak dihargai perjuangannya untuk mencerdaskan anak bangsa di negeri ini.
Label: guru, honor, pahlawan tanpa tanda jasa, pegawai negeri, pendidikan, sekolah, seri ngobrolin opini
Diposting oleh Kang Boim di Kamis, Mei 29, 2008 6 komentar
